SURABAYA – Dana pemberdayaan Gen Z mulai diarahkan untuk kegiatan yang lebih produktif di tingkat kampung. Karang Taruna RW 02 Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, menyiapkan usaha bersama yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi bagi para pemuda dan memberi manfaat bagi lingkungan.
Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Anas Karno, di RW 02 Kutisari, Kamis(8/10/2026).
Ketua Karang Taruna RW 02 Kutisari, Gilang Dwi Nugroho, mengatakan proses administrasi program telah diselesaikan dan saat ini pihaknya menunggu tahapan verifikasi.
Sambil menunggu proses tersebut, para pemuda mulai mematangkan rencana usaha yang akan dikembangkan secara bersama-sama.
“Program ini sangat membantu teman-teman pemuda. Selain untuk kegiatan kampung, juga bisa menjadi peluang mengembangkan usaha yang produktif,” ujar Gilang.
Menurutnya, program tersebut membuka ruang bagi pemuda untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga belajar mengelola usaha dan membangun kemandirian ekonomi.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Anas Karno. Ia menilai inisiatif Karang Taruna RW 02 Kutisari menunjukkan bahwa generasi muda mampu memanfaatkan program pemberdayaan secara kreatif dan memberikan dampak ekonomi bagi kampung.
“Saya sangat mengapresiasi upaya teman-teman Gen Z di Kutisari yang tidak hanya berpikir tentang kegiatan organisasi, tetapi juga bagaimana menciptakan usaha yang bisa meningkatkan perekonomian kampung. Ini contoh yang sangat baik dan patut diteladani oleh Gen Z di wilayah lain,” kata Anas.
Menurut Anas, kreativitas, inovasi, dan kemampuan beradaptasi yang dimiliki Gen Z dapat menjadi modal penting dalam menggerakkan perekonomian dari tingkat kampung.
“Ketika anak-anak muda mulai bergerak membangun usaha dan menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif, dampaknya bukan hanya untuk mereka sendiri, tetapi juga untuk kemajuan kampung. Gen Z bisa menjadi salah satu motor penggerak perekonomian kampung di Surabaya,” tegasnya.
Anas berharap semakin banyak pemuda Surabaya yang mampu memanfaatkan program pemberdayaan dengan kegiatan yang produktif. Dengan demikian, anggaran Gen Z tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.
Pemanfaatan dana tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sebelumnya menegaskan bahwa anggaran kegiatan Gen Z di tingkat RW diarahkan untuk kegiatan yang mampu menggerakkan ekonomi dan menciptakan penghasilan bagi para pemuda.
“Jadi, kita memang tidak memberikan anggaran ini untuk kegiatan yang bersifat kepanitiaan. Tapi yang bersifat bagaimana bisa menggerakkan penghasilan, ekonomi, dan punya penghasilan,” ujar Eri.
Sejumlah program produktif yang digagas anak muda telah berjalan di berbagai wilayah Surabaya. Pemkot bersama DPRD pun terus mendorong agar pemanfaatan anggaran Gen Z berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

