SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Persoalan akses pelayanan kesehatan bagi warga dengan keterbatasan kembali menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PKS, Johari Mustawan, meminta pemerintah tidak berhenti pada pendataan, tetapi memastikan warga sakit yang kesulitan beraktivitas tetap mendapatkan pendampingan secara berkelanjutan.
Sorotan itu disampaikan Johari setelah menyambangi Irawan, warga kawasan Dukuh Pakis, Surabaya, yang selama sekitar lima tahun berjuang melawan penyakit stroke.
Dalam kunjungannya, legislator yang akrab disapa Bang Jo tersebut melihat langsung kondisi Irawan yang kini lebih banyak beraktivitas di rumah. Kondisi akibat penyakit yang dideritanya membuat Irawan membutuhkan pendampingan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk ketika harus mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
Selama ini, perawatan Irawan banyak dibantu oleh sang ibu. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sang ibu juga pernah mengalami stroke.
Beruntung, kondisi sang ibu kini berangsur membaik setelah menjalani proses pemulihan. Ia bahkan sudah dapat kembali beraktivitas dan bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Johari mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, puskesmas setempat sebelumnya telah melakukan kunjungan ke rumah Irawan untuk memantau kondisi kesehatannya. Petugas juga beberapa kali datang guna membantu memastikan kebutuhan pengobatan tetap berjalan.
Namun, Johari menilai kondisi Irawan membutuhkan perhatian yang konsisten. Kesulitan mendapatkan pendamping untuk pemeriksaan rutin tidak boleh menjadi alasan pelayanan kesehatan terputus.
“Jangan sampai warga yang sedang sakit harus berjuang sendiri. Pemerintah perlu hadir memastikan pengobatan, kebutuhan sehari-hari, dan bantuan yang memang dibutuhkan warga bisa terpenuhi,” ujar Johari, Selasa (8/9) malam.
Ia mendorong puskesmas bersama pihak kecamatan lebih proaktif melakukan pemantauan. Tidak hanya memastikan kondisi kesehatan Irawan, tetapi juga mengawal proses pengobatan dan melihat kebutuhan keluarga tersebut secara menyeluruh.
Menurut Johari, apabila keluarga membutuhkan makanan maupun bantuan sosial lainnya, pemerintah harus memastikan mereka mendapatkan akses terhadap program bantuan yang tersedia.
Selain pemerintah, ia meminta lingkungan sekitar ikut mengambil peran. RT, RW, tetangga hingga kader Surabaya Hebat (KSH) dinilai dapat menjadi mata dan telinga di lingkungan untuk memantau kondisi Irawan.
“Semua harus saling menjaga. Pemerintah melalui kecamatan dan puskesmas, kemudian RT, RW, tetangga, dan KSH bisa bersama-sama mengawasi. Kalau sewaktu-waktu ada kondisi darurat, jangan sampai terlambat ditangani,” tegasnya.
Johari menegaskan, kehadiran pemerintah bagi warga sakit tidak cukup sebatas mengetahui kondisi mereka. Bagi warga yang memiliki keterbatasan dan tidak mampu mengakses pelayanan kesehatan secara mandiri, pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Ia berharap perhatian terhadap Irawan dan keluarganya tidak berhenti setelah kunjungan tersebut. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu memastikan kebutuhan kesehatan maupun kebutuhan dasar keluarga tersebut tetap terpenuhi.
“Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesabaran bagi Mas Irawan dan keluarga yang sedang berjuang. Mudah-mudahan ada perhatian dan pendampingan yang terus diberikan,” harapnya.
Kunjungan Bang Jo tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga dan lingkungan dalam memastikan warga yang tengah sakit tidak menghadapi persoalannya seorang diri.

