GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Komitmen PT Petrokimia Gresik dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Petrokimia Agrifood Expo (PAE) 2026. Pameran agribisnis ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan inovasi teknologi pertanian, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, akademisi, pelaku usaha, dan petani untuk mendorong lahirnya pertanian Indonesia yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.
Direktur Pupuk Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, Syamsudin, menegaskan bahwa pupuk masih menjadi faktor paling menentukan dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Ia menyebut sekitar 60 persen keberhasilan hasil panen dipengaruhi oleh ketepatan dan efisiensi pemupukan.
“Tanaman memang dapat tumbuh tanpa pemupukan yang optimal, tetapi produktivitasnya tidak akan maksimal. Karena itu, ketersediaan pupuk menjadi fondasi penting dalam menjaga produksi pangan nasional,” ujarnya di sela pembukaan PAE 2026 di Gresik, Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, Petrokimia Gresik memegang peran strategis sebagai salah satu penopang utama program pupuk bersubsidi nasional. Dari total alokasi pupuk bersubsidi nasional sebesar 9,54 juta ton, perusahaan berkontribusi memasok pupuk Urea, NPK, hingga pupuk organik yang digunakan jutaan petani di berbagai daerah.

“Sebagian besar kapasitas produksi perusahaan memang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan petani Indonesia. Ini merupakan bentuk dedikasi nyata dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional,” katanya.
Namun, menurut Syamsudin, tantangan pertanian saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pupuk. Regenerasi petani menjadi persoalan yang harus segera dijawab karena mayoritas petani Indonesia telah memasuki usia tidak produktif.
Ia mengungkapkan, sekitar 67 persen petani Indonesia berusia di atas 45 tahun. Kondisi tersebut menjadi alarm bagi masa depan sektor pertanian apabila generasi muda tidak segera mengambil peran.
“Anak muda akan tertarik menjadi petani apabila sektor ini mampu memberikan keuntungan yang jelas, didukung teknologi modern, mekanisasi pertanian, dan akses permodalan yang mudah. Modernisasi pertanian menjadi kunci untuk menciptakan petani muda yang tangguh dan kompetitif,” jelasnya.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan Petrokimia Agrifood Expo 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi menyeluruh bagi sektor pertanian nasional.
Menurutnya, PAE bukan sekadar pameran produk, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai inovasi pupuk, teknologi budidaya, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan agroindustri yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani.
“Melalui PAE, kami ingin menghadirkan solusi yang dapat membantu petani meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, serta mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai penyelenggaraan PAE 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem agribisnis dari hulu hingga hilir.
Berbagai inovasi yang ditampilkan, mulai dari benih unggul, teknologi budidaya, produk pascapanen, hingga produk UMKM binaan, dinilai mampu membuka peluang usaha baru sekaligus memperkuat kepastian rantai pasok sektor pertanian.
Menurutnya, semakin terjangkaunya harga pupuk, terjaminnya ketersediaan produk, serta hadirnya kepastian pasar melalui offtaker akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi di sektor pertanian.
“Pertanian kini memiliki prospek yang semakin menjanjikan karena didukung ekosistem yang semakin lengkap. Hal ini tentu menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, Petrokimia Gresik juga menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan sumber daya manusia pertanian. Dalam rangkaian PAE 2026, perusahaan menyalurkan beasiswa kepada 50 penerima melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program tersebut menjadi investasi jangka panjang perusahaan untuk mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang pertanian, sekaligus memperkuat keberlanjutan pembangunan sektor agribisnis Indonesia.
Melalui sinergi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat, Petrokimia Agrifood Expo 2026 diharapkan menjadi katalis percepatan transformasi pertanian nasional menuju sistem pertanian modern yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mewujudkan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.
Reporter : Azharil Farich

