SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Gerakan Pramuka Kota Surabaya dinilai membutuhkan terobosan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mampu menarik minat generasi muda. Salah satu kebutuhan yang dinilai paling mendesak adalah pembangunan Bumi Perkemahan permanen sebagai pusat kegiatan kepramukaan dan pendidikan karakter berbasis alam.
Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Surabaya, Hj. Siti Mariyam, mengatakan keberadaan Bumi Perkemahan menjadi kebutuhan penting karena hingga kini Surabaya belum memiliki fasilitas khusus yang memadai untuk menunjang kegiatan luar ruangan.
“Pramuka identik dengan kegiatan di alam terbuka. Namun saat ini fasilitas perkemahan yang representatif di Surabaya masih sangat terbatas. Banyak sekolah maupun lapangan yang tidak memungkinkan digunakan untuk kegiatan berkemah karena berbagai keterbatasan,” ujar Siti Mariyam yang juga Anggota DPRD Surabaya.
Menurutnya, seluruh program pembinaan kepramukaan akan berjalan lebih optimal apabila didukung sarana dan prasarana yang memadai. Karena itu, pengadaan Bumi Perkemahan dinilai sudah menjadi kebutuhan yang mendesak, terlebih menjelang peringatan Hari Pramuka ke-65 pada 14 Agustus mendatang.
Siti Mariyam mengungkapkan, Kwarcab Pramuka Kota Surabaya juga akan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pada Agustus 2026 untuk memilih Ketua Kwarcab yang baru sekaligus menyusun arah kebijakan dan program kerja organisasi ke depan.
Ia menjelaskan, Bumi Perkemahan yang diusulkan idealnya berdiri di atas lahan sekitar lima hektare. Sejumlah lokasi dinilai potensial, mulai kawasan Jurang Kuping di akses Citraland hingga kawasan pesisir Kenjeran yang memiliki panorama Jembatan Suramadu.
Selain menjadi pusat kegiatan Pramuka, kawasan tersebut diharapkan dilengkapi berbagai fasilitas outbound modern sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat umum sebagai destinasi edukasi dan wisata keluarga.
Di sisi lain, usulan tersebut juga mendapat perhatian dari Komisi C DPRD Surabaya. Kalangan legislatif mendorong Pemerintah Kota Surabaya mengkaji pemanfaatan aset-aset lahan milik daerah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan Bumi Perkemahan.
Menurut Siti Mariyam, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya memperkuat pembinaan karakter generasi muda, tetapi juga menjadi salah satu upaya menekan kenakalan remaja, bullying, serta meningkatkan kecintaan terhadap lingkungan dan semangat kebangsaan.
“Daerah lain umumnya sudah memiliki Bumi Perkemahan sendiri. Jika Surabaya memiliki fasilitas yang terkonsep dengan baik dan inovatif, manfaatnya tidak hanya dirasakan anggota Pramuka, tetapi juga masyarakat luas. Bahkan berpotensi menjadi destinasi edukasi yang mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkasnya.( KJT02)

