Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya, Arjuna Rizki, menerima sejumlah keluhan warga saat menggelar kegiatan reses di wilayah Kebonsari, Surabaya. Keluhan yang disampaikan warga didominasi persoalan pelayanan kesehatan, mulai dari layanan rumah sakit bagi pasien BPJS hingga pelayanan di Puskesmas Kebonsari.
Dalam dialog tersebut, warga mengaku masih sering menemukan pasien BPJS dipulangkan terlalu cepat dari rumah sakit meski kondisi kesehatan belum benar-benar pulih.
“Peserta BPJS ingin kalau dirawat di rumah sakit benar-benar sembuh baru dipulangkan. Jangan baru tiga hari sudah dipaksa pulang, padahal kondisi pasien masih belum stabil,” keluh salah satu warga.
Warga juga membandingkan pelayanan rawat inap di Surabaya dengan daerah lain seperti Jakarta yang dinilai lebih memperhatikan kondisi pasien sebelum dipulangkan.
Selain itu, warga turut menyoroti pelayanan di Puskesmas Kebonsari yang dinilai kurang ramah dan belum mengalami perubahan meski sudah berulang kali dikeluhkan masyarakat.
“Pelayanan Puskesmas Kebonsari juga kurang baik dan kurang ramah. Sudah sering dikeluhkan dari dulu, tapi sampai sekarang masih tetap sama,” ujar warga lainnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Arjuna Rizki menyatakan akan menindaklanjuti seluruh keluhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan. Menurutnya, pelayanan publik harus mengedepankan kenyamanan, keramahan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan Komisi D DPRD Surabaya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar evaluasi pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas dapat segera dilakukan.
“Keluhan masyarakat ini menjadi perhatian serius. Pelayanan kesehatan adalah hak dasar warga dan harus diberikan dengan baik, termasuk soal sikap pelayanan kepada masyarakat,” ujar Arjuna.
Kegiatan reses tersebut menjadi sarana bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi kepada wakil rakyat, sekaligus mendorong adanya perbaikan pelayanan publik di Kota Surabaya.

