Reuni 30 Tahun Alumni Pandegiling, Dari Posko Perjuangan ke Silaturahmi Kebangsaan

Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Kelompok “Alumni Pandegiling” menggelar Reuni 30 Tahun bertajuk “Merekatkan Persatuan Demi Keutuhan Bangsa” yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Graha Widya Untag, Minggu (29/3/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi para aktivis dan alumni yang pernah berkumpul dan berjuang bersama pada era 1990-an menjelang Reformasi 1998. Suasana penuh kehangatan dan nostalgia terasa saat para peserta lintas generasi kembali dipertemukan setelah tiga dekade.

Ketua panitia, Baktiono, menegaskan bahwa reuni ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat kembali semangat perjuangan demokrasi di masa lalu.

“Ini momentum bersejarah karena setelah 30 tahun baru hari ini kita bisa berkumpul bersama. Dulu kita berasal dari berbagai elemen masyarakat, tetapi akhirnya seperti saudara karena sama-sama berjuang untuk demokrasi yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Jalan Pandegiling Nomor 223 dahulu menjadi titik kumpul para aktivis muda untuk berdiskusi dan menyuarakan gagasan perubahan di tengah situasi politik yang represif pada masa Orde Baru. Kala itu, kebebasan berpendapat sangat terbatas dan kritik terhadap pemerintah berisiko tinggi.

Reuni ini dihadiri alumni dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Ponorogo, Banyuwangi, Madura, Malang, hingga Jombang. Meski tidak semua alumni dapat hadir karena faktor usia dan kesehatan, semangat kebersamaan tetap terasa melalui pesan dan dukungan yang disampaikan.

Baktiono berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai nostalgia semata, melainkan menjadi wadah memperkuat persatuan sekaligus menularkan nilai perjuangan kepada generasi muda.

“Dulu kami berjuang tanpa memikirkan imbalan, hanya ingin Indonesia lebih baik. Semangat itu yang ingin kami sampaikan kembali,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Armuji menyebut reuni ini juga menjadi momentum halal bihalal karena masih dalam suasana bulan Syawal.

“Ini sekaligus halal bihalal dengan teman-teman lama. Dulu Posko Pandegiling menjadi pusat pergerakan kita saat melakukan perlawanan terhadap Orde Baru,” ujarnya.

Menurut Armuji, posko yang berada di kantor almarhum Sutjipto tersebut dahulu menjadi pusat diskusi dan koordinasi gerakan aktivis yang menuntut perubahan. Ia pun mengapresiasi kehadiran para alumni dari berbagai daerah yang kembali dipertemukan setelah puluhan tahun.

“Ini kenangan lama yang bisa kita refleksikan kembali. Teman-teman dari berbagai kota hadir dan semuanya masih memiliki semangat yang sama,” pungkasnya.(dm)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *