GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – memperkuat program pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur melalui berbagai inisiatif di bidang gizi, kesehatan, akses air bersih, hingga pengembangan ekonomi warga di Gresik dan Pasuruan.
Program tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pencegahan stunting dan penguatan ketahanan pangan masyarakat, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Director Plant Management Food Southeast Asia, Australia and New Zealand Cargill, Yusuf Ronzy mengatakan, akses terhadap gizi menjadi faktor penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat sekaligus memperkuat sistem pangan yang berkelanjutan.
“Penguatan sistem pangan membutuhkan aksi nyata dari produksi hingga konsumsi. Karena itu, kami menghadirkan program berbasis masyarakat untuk memperluas akses edukasi dan layanan gizi,” ujarnya.
Di Gresik, Cargill mendukung program “Laskar Cegah Stunting” di Kecamatan Manyar yang melibatkan tenaga kesehatan, sekolah, kader desa, dan organisasi masyarakat di enam desa.
Program itu berfokus pada edukasi kesehatan ibu dan anak, pemberian ASI, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga pemberian makanan tambahan bagi kelompok rentan.
Kader kesehatan desa juga mendapat pelatihan untuk mendukung deteksi dini stunting serta meningkatkan pemahaman keluarga terkait kebutuhan gizi anak.
Selain itu, program turut diperkuat dengan penyediaan media edukasi seperti video pembelajaran, flipchart gizi, hingga sosialisasi kesehatan bagi remaja, ibu hamil, dan orang tua.
Kader Laskar Cegah Stunting Desa Pegaden, Nur Cholilah mengatakan, program tersebut membantu kader desa lebih aktif mendampingi masyarakat dalam pencegahan stunting.
“Kami ikut mendukung kelas menyusui, parenting Posyandu, hingga rembuk cegah stunting bersama warga,” katanya.
Sementara di Kabupaten Pasuruan, program Cargill difokuskan pada layanan kesehatan masyarakat, bantuan gizi tambahan, penyediaan air bersih, dan pemberdayaan UMKM perempuan.
Melalui kerja sama dengan puskesmas dan pemerintah desa, perusahaan mendukung layanan kesehatan masyarakat di Desa Kepulungan dan Desa Ngerong yang melayani ratusan warga setiap bulan.
Tak hanya itu, Cargill turut membangun tujuh sumur dalam yang memberi akses air bersih bagi lebih dari 10.000 warga di Pasuruan.
Di sektor ekonomi, perusahaan memberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM perempuan.
Koordinator Griya UMKM Desa Ngerong, Sudarti menilai dukungan tersebut membantu pelaku usaha kecil lebih siap berkembang dan bersaing.
“UMKM kini lebih siap karena memiliki legalitas usaha, kemasan yang lebih baik, dan kemampuan pemasaran digital,” ujarnya
Reporter : Azharil Farich

