Ajeng Wira Wati Soroti Program Prabowo di Surabaya : CKG, MBG hingga Sekolah Rakyat

SURABAYA ( Kabarjawatimur) – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memastikan program pemerintah benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya, Ajeng Wira Wati, menilai program Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Sekolah Rakyat harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi emas Indonesia.

Ajeng mengatakan, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kesehatan, pendidikan, dan pemenuhan gizi juga harus menjadi perhatian utama.

“Program-program pemerintah seperti CKG, Sekolah Rakyat, dan MBG yang sudah berjalan di Surabaya merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada kelompok rentan. Tujuan akhirnya bagaimana kita menyiapkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan memiliki kesempatan yang sama,” ujar Ajeng, yang juga anggota Komisi D DPRD Surabaya.

CKG Dorong Kesadaran Kesehatan

Menurut Ajeng, CKG dapat menjadi pintu masuk untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan. Warga tidak seharusnya menunggu sakit untuk memeriksakan kondisi tubuh.

“Semakin banyak yang mau melakukan cek kesehatan gratis. Dulu ke fasilitas kesehatan hanya ketika ada keluhan, sekarang masyarakat mulai terdorong melakukan deteksi dini,” katanya.

Ia menilai pemeriksaan kesehatan secara berkala penting karena dapat menemukan potensi masalah kesehatan lebih awal sehingga penanganannya bisa segera dilakukan.

Ajeng juga mengingatkan agar pelaksanaan CKG tidak berhenti pada pemeriksaan. Hasil pemeriksaan harus diikuti dengan edukasi dan tindak lanjut bagi warga yang membutuhkan.

MBG dan Pendidikan Harus Terintegrasi

Di sisi lain, Ajeng menilai program MBG memiliki keterkaitan erat dengan sektor pendidikan. Pemenuhan gizi anak akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang sekaligus kemampuan mereka mengikuti proses pembelajaran.

Karena itu, menurut dia, program pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan gizi harus dilihat sebagai satu kesatuan.

“Yang paling penting adalah bagaimana program ini benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput. Jangan sampai hanya bagus secara konsep, tetapi implementasinya tidak menyentuh mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara keberadaan Sekolah Rakyat dinilai memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan.

Ajeng menekankan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi penerus bangsa.

Pemkot Harus Pastikan Tepat Sasaran

Ajeng juga mendorong Pemkot Surabaya mengambil peran aktif dalam memastikan program-program pemerintah tersebut berjalan tepat sasaran.

Menurutnya, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah, validasi data penerima manfaat, serta pengawasan pelaksanaan di lapangan harus diperkuat.

“Di tingkat kota, pemerintah daerah harus memastikan program berjalan dengan baik. Kita ingin tidak ada kemiskinan ekstrem baru dan kesenjangan ekonomi semakin kecil, sehingga kesejahteraan warga terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya penerima manfaat. Pemerintah juga perlu melihat dampaknya terhadap perubahan perilaku, peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kemerdekaan Harus Hadir dalam Kesempatan yang Setara

Dalam momentum HUT ke-81 RI, Ajeng berharap semangat kemerdekaan diwujudkan melalui semakin terbukanya akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, gizi, dan kehidupan yang layak.

“Semoga semangat kemerdekaan ini menjadi semangat kita bersama untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan hak dan kesempatan yang sama,” katanya.

Menurut Ajeng, ketika anak-anak tumbuh sehat, memperoleh gizi yang cukup, mendapatkan pendidikan berkualitas, dan keluarga memperoleh perlindungan sosial yang tepat, maka pemerintah sedang menyiapkan fondasi bagi masa depan Surabaya dan Indonesia.

“Kalau anak-anak kita sehat, mendapatkan gizi yang baik, bisa mengakses pendidikan dan keluarga mendapatkan perlindungan, maka sebenarnya kita sedang membangun masa depan Surabaya dan Indonesia,” pungkasnya.(KJT02)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *