SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Imbauan Wali Kota Surabaya agar masyarakat tidak menarik iuran dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dinilai perlu dievaluasi dari sisi pelaksanaannya di tingkat kampung. Sekretaris Fraksi PSI DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, menyebut kebijakan tersebut membuat sejumlah pengurus RT dan RW kesulitan menggelar kegiatan Agustusan.
Yuga mengatakan, pihaknya menerima sejumlah aduan dari masyarakat yang merasa kegiatan perayaan kemerdekaan di lingkungan mereka tidak dapat berjalan maksimal setelah adanya imbauan tersebut.
Menurutnya, persoalan bukan pada nominal iuran, melainkan belum adanya alternatif pembiayaan bagi kegiatan kampung yang selama ini mengandalkan semangat gotong royong warga.
“Teman-teman kami menerima banyak aduan dari masyarakat terkait masalah iuran Agustusan. Biasanya mereka mengumpulkan iuran ke warga, sekarang karena ada imbauan dari wali kota untuk tidak melakukan itu, akhirnya kegiatan-kegiatan di kampung tidak bisa dilakukan,” ujar Yuga, Jumat (14/8/2026).
Anggota Komisi B DPRD Surabaya itu menilai imbauan Wali Kota Surabaya pada dasarnya merupakan kebijakan yang baik agar masyarakat tidak merasa terbebani. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut perlu dibarengi solusi agar tradisi gotong royong dan kegiatan kemerdekaan di kampung tetap berjalan.
“Ini sebetulnya bagus imbauan wali kota. Tetapi permasalahannya di lapangan, akhirnya membuat ketua RT dan ketua RW yang sebetulnya ingin memeriahkan, ingin memperkenalkan ‘iki loh onok momen kemerdekaan’ kepada anak-anak kecil, akhirnya jadi enggak bisa,” katanya.
Yuga menegaskan, kegiatan Agustusan di tingkat kampung bukan semata-mata soal pengumpulan uang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus mengenalkan nilai perjuangan dan kemerdekaan kepada generasi muda.
Karena itu, ia meminta Pemkot Surabaya memikirkan skema alternatif agar kegiatan masyarakat tetap bisa berlangsung tanpa membebani warga.
“Nah, ini yang harus dipikirkan oleh teman-teman pemerintah kota. Saya yakin ketua RT, RW tidak mencari keuntungan di situ, tetapi bagaimana cara memperkenalkan kemerdekaan ini kepada generasi penerus,” pungkasnya.

