SURABAYA – Parade Surabaya Juang 2026 bukan sekadar pergelaran untuk mengenang heroisme arek-arek Suroboyo. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan sejarah perjuangan Surabaya ke panggung internasional sekaligus mendongkrak sektor pariwisata Kota Pahlawan.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Surabaya, Ajeng Wira Wati, menilai Surabaya memiliki kekuatan sejarah yang luar biasa untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah berkelas dunia.
Menurutnya, Parade Surabaya Juang harus terus dikemas secara kreatif dan menarik agar mampu mengundang perhatian masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara.
“Warga kembali mengobarkan semangat juang melalui parade ini. Harapannya, kegiatan tersebut semakin dikenal dunia, melibatkan perwakilan internasional, dan menjadi daya tarik wisata sejarah Surabaya,” ujar Ajeng.
Parade Surabaya Juang 2026 diawali dengan aksi teatrikal di kawasan Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, Minggu (1/11/2026). Pertunjukan tersebut mengangkat kisah heroik Soegiharto, pemain Persebaya era 1930-an yang memilih meninggalkan lapangan hijau untuk bergabung dengan Barisan Keamanan Rakyat (BKR) Surabaya.
Di bawah kepemimpinan Kolonel Soengkono, Soegiharto turut berjuang melawan penjajah hingga akhirnya gugur. Kisah tersebut menggambarkan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan melibatkan seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang maupun profesi.
Ajeng menegaskan, sejarah perjuangan Surabaya merupakan aset besar yang tidak boleh hanya dikenang melalui monumen dan buku sejarah. Kisah heroisme tersebut harus terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan budaya dan pariwisata yang dapat dinikmati sekaligus dipelajari oleh generasi muda maupun wisatawan internasional.
Ia juga mengingatkan bahwa identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan tidak bisa dilepaskan dari semangat persatuan dan pengorbanan arek-arek Suroboyo. Nilai tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 alinea kedua, yakni mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
“Semangat persatuan dan perjuangan arek-arek Suroboyo harus terus kita rawat. Kalau dahulu para pahlawan berjuang dengan mengorbankan jiwa dan raga, sekarang tugas kita meneruskan perjuangan melalui pembangunan, menjaga persatuan, dan mewujudkan masyarakat yang aman serta makmur,” tegasnya.
Ajeng berharap Parade Surabaya Juang tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Dengan pengemasan yang semakin menarik, promosi yang luas, serta keterlibatan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi ikon wisata sejarah yang mampu menarik wisatawan dari berbagai negara.
“Surabaya harus semakin dikenal dunia. Bukan hanya sebagai kota besar, tetapi juga sebagai kota yang memiliki sejarah perjuangan luar biasa. Dari Kota Pahlawan, kita ingin memperkenalkan nilai-nilai perjuangan Indonesia kepada masyarakat internasional,” pungkasnya.

