26 Titik PJU Candi Lontar Terealisasi, Joko Hadi Sumangat Kawal Pengajuan Warga

SURABAYA (Kabarjawatimur) – Upaya warga mendapatkan penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Candi Lontar, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, akhirnya membuahkan hasil.

Sebanyak 26 titik PJU kini telah terealisasi setelah sebelumnya warga menunggu cukup lama sejak pengajuan pada 2024.

Ketua RT 6 Candi Lontar, Muntoha, merupakan pihak yang sejak awal mengajukan kebutuhan PJU tersebut kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya. Namun, setelah berjalan sekitar satu tahun, pengajuan tersebut belum juga terealisasi.

Pada 2026, Muntoha kemudian meminta bantuan Joko Hadi Sumangat, Ketua BOLERIC Surabaya, untuk membantu mengawal kebutuhan warga tersebut.

Mendapat permintaan itu, Joko langsung bergerak melakukan koordinasi dengan Dishub Kota Surabaya. Pengajuan yang sebelumnya belum terealisasi kemudian dikawal hingga akhirnya pemasangan PJU dapat direalisasikan.

“Waktu itu Pak Muntoha langsung mengajukan ke Dishub. Pengajuannya sejak 2024. Sampai sekitar satu tahun belum ada realisasi, akhirnya pada 2026 beliau meminta bantuan saya,” ujar Joko Hadi Sumangat.

“Saya gerak cepat, koordinasi dengan Dishub Kota Surabaya dan saya kawal sampai terealisasi. Alhamdulillah sekarang sudah beres, ada 26 titik PJU yang terealisasi,” imbuhnya.

Menurut Joko, keberadaan PJU sangat penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan warga, terutama ketika beraktivitas pada malam hari.

Tak hanya PJU, Joko juga mendapat apresiasi dari Ketua RW 8 Candi Lontar, H. Rahmad, atas sejumlah bantuan dan pendampingan yang dinilai telah dirasakan langsung oleh masyarakat.

H. Rahmad bahkan menghubungi Joko secara langsung untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusinya membantu warga di wilayah RW 8 Candi Lontar.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Pak Joko yang sudah banyak membantu warga Candi Lontar, baik dalam realisasi pengajuan paving maupun PJU di wilayah RW 8 Candi Lontar, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep,” ujar H. Rahmad.

Menurutnya, bantuan dan pendampingan yang dilakukan Joko menjadi bukti bahwa persoalan warga membutuhkan pengawalan hingga benar-benar terealisasi di lapangan.

Sementara itu, Muntoha membenarkan bahwa dirinya yang meminta bantuan Joko setelah pengajuan PJU yang dilakukan sejak 2024 belum mendapatkan realisasi.

“Memang saya yang meminta bantuan Pak Joko. Alhamdulillah setelah beliau ikut mengawal dan berkoordinasi, akhirnya 26 titik PJU bisa terealisasi,” kata Muntoha.

Realisasi 26 titik PJU tersebut kini diharapkan mampu meningkatkan penerangan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Candi Lontar, khususnya warga di lingkungan RW 8.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *