Pastikan Bukan dari RSEC, William Wirakusuma Minta Pembuang Jarum Suntik Diusut tuntas

SURABAYA (KabarJawatimur.com) – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, William Wirakusuma, menanggapi temuan limbah medis berupa jarum suntik yang dibuang sembarangan dan sempat dikaitkan dengan RSUD Eka Candrarini (RSEC).

William menegaskan, berdasarkan penelusuran langsung bersama sejumlah anggota Komisi D, jarum suntik yang ditemukan di lokasi pembuangan tersebut bukan milik RSEC.

“Kami bersama beberapa rekan dari Komisi D melihat langsung TPS B3 RSEC. Dari pengecekan itu, kami melihat prosedur disposal spuit di RSEC sudah diterapkan dengan sangat baik,” ujar William.

Menurut William, terdapat sejumlah perbedaan antara jarum suntik yang ditemukan dibuang sembarangan dengan jarum suntik yang digunakan di RSEC. Salah satunya terlihat dari merek jarum suntik yang berbeda.

Perbedaan juga ditemukan pada cara penanganan jarum setelah digunakan. Di RSEC, setiap jarum suntik yang telah digunakan tidak ditutup kembali atau menerapkan prosedur non-recap sebelum dimasukkan kotak safety box

“Jarum suntik yang ditemukan dibuang sembarangan kondisinya justru ditutup kembali. Sementara di RSEC, setelah digunakan, jarum tidak ditutup kembali dan langsung dimasukkan ke safety box,” jelasnya.

William juga meluruskan mengenai temuan kertas dengan logo RSEC di sekitar lokasi pembuangan. Ia memastikan kertas tersebut bukan kantong pembuangan jarum suntik.

“Kertas dengan logo RSEC yang ditemukan itu merupakan kantong obat yang diberikan kepada pasien yang mendapatkan obat dari farmasi RSEC. Bukan kantong disposal jarum,” katanya.

Ia menjelaskan, setiap jarum suntik yang telah digunakan di RSEC langsung dimasukkan ke kotak khusus atau safety box yang dirancang tahan tusukan jarum kemudian akan diangkut ke tempat pengolahan limbah B3 dan diolah oleh pihak ketiga untuk dihancurkan Dengan prosedur tersebut, limbah benda tajam tidak dibuang menggunakan kantong biasa.

Meski telah memastikan jarum suntik yang ditemukan berbeda dengan yang digunakan RSEC, William meminta kasus pembuangan limbah B3 secara sembarangan tetap diusut.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak boleh berhenti hanya pada bantahan atau memastikan asal limbah. Pihak terkait harus menelusuri sumber limbah dan mencari pihak yang bertanggung jawab.

“Kami meminta kasus pembuangan limbah B3 sembarangan ini tetap diusut dan dicari oknum pelakunya. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang karena bisa membahayakan masyarakat,” tegas William.

Politikus Fraksi PSI DPRD Surabaya itu menilai pengusutan penting dilakukan untuk memastikan pengelolaan limbah medis berjalan sesuai ketentuan sekaligus mencegah pembuangan limbah berbahaya secara sembarangan di kemudian hari.

.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *