SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Potensi Taman Hutan Raya (Tahura) Pakal sebagai destinasi wisata alam unggulan di Surabaya Barat dinilai belum tergarap maksimal. Komisi D DPRD Surabaya mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera membenahi akses masuk kawasan tersebut, karena buruknya infrastruktur dinilai menjadi penghambat berkembangnya sektor pariwisata sekaligus mengurangi peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Anggota Komisi D DPRD Surabaya dari Fraksi PPP, Agus Mashuri, mengatakan Tahura Pakal memiliki daya tarik berupa kawasan hutan cemara, danau buatan, peternakan, hingga wisata petualangan off-road. Namun seluruh potensi tersebut sulit berkembang apabila akses menuju lokasi masih terbatas.
“Kalau akses masuk dibenahi dan ditata dengan baik, saya yakin Tahura Pakal bisa menjadi destinasi wisata andalan Surabaya Barat,” ujar Agus Mashuri di Surabaya, Selasa (14/7/2026).
Menurut Agus, lambannya pembenahan akses membuat potensi ekonomi yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat dan pemerintah daerah belum mampu memberikan kontribusi optimal terhadap PAD Kota Surabaya.
Ia menilai persoalan yang dihadapi bukanlah pembangunan berskala besar, melainkan penyelesaian akses jalan yang relatif pendek. Bahkan, akses dari sisi timur dekat jalur rel kereta api hanya membutuhkan pembenahan sekitar 200 hingga 300 meter agar pengunjung dapat masuk dengan lebih mudah.
Selain akses jalan, Agus juga menyoroti belum tersedianya area parkir yang memadai. Saat ini, lahan parkir masih dikelola secara swadaya oleh warga sekitar sehingga dinilai belum mampu menunjang kawasan wisata yang diharapkan menjadi destinasi unggulan.
“Kondisi seperti ini membuat masyarakat berpikir dua kali untuk datang. Padahal potensi wisatanya sangat bagus,” katanya.
Agus mendorong Pemkot Surabaya tidak hanya berhenti pada pembangunan kawasan Tahura, tetapi juga memastikan seluruh infrastruktur pendukung benar-benar siap dimanfaatkan masyarakat. Menurutnya, pembangunan destinasi wisata harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aksesibilitas, fasilitas umum hingga pengembangan aktivitas wisata.
Ia mengusulkan agar kawasan hutan cemara dilengkapi lintasan wisata petualangan dan difasilitasi berbagai kegiatan komunitas agar Tahura Pakal semakin hidup dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
“Kalau akses jalan utama sudah dibenahi, saya optimistis Tahura Pakal akan berkembang pesat dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar maupun peningkatan PAD Kota Surabaya,” pungkasnya.(KJT02)

