SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi momentum bagi seluruh kader untuk memperkokoh komitmen perjuangan yang berakar pada nilai-nilai pesantren, ajaran para kiai, dan semangat kebangsaan. Memasuki usia ke-28, PKB menegaskan tekad untuk terus hadir sebagai partai yang mengedepankan politik pengabdian dengan mengusung semangat “Bersama Kita Bergerak untuk Indonesia Maju.”
Ketua DPC PKB Kota Surabaya, Muhammad Faridz Afif, mengatakan Harlah ke-28 bukan sekadar peringatan perjalanan partai, tetapi juga momentum meneguhkan kembali warisan para kiai sebagai fondasi perjuangan politik PKB.
“Warisan para kiai harus terus menjadi pedoman dalam setiap langkah politik PKB. Harlah ke-28 ini menjadi saat yang tepat untuk meneguhkan nilai-nilai perjuangan sekaligus memperkuat peran santri sebagai kekuatan moral, intelektual, dan agen perubahan bagi bangsa,” ujar Faridz.
Menurutnya, di tengah dinamika politik dan tantangan pembangunan nasional, PKB akan tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kebijakan yang berpihak pada pendidikan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, penguatan UMKM, kesejahteraan pesantren, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Faridz menilai santri memiliki posisi strategis dalam mengawal demokrasi sekaligus mendorong kemajuan bangsa. Dengan bekal keilmuan, akhlak, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, santri diharapkan mampu tampil sebagai pemimpin di berbagai bidang.
“Santri harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan semangat gotong royong yang diwariskan para kiai. Bersama seluruh elemen masyarakat, bersama kita bergerak untuk Indonesia maju,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh kader PKB di Surabaya menjadikan Harlah ke-28 sebagai momentum memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kerja-kerja politik yang semakin dekat dengan aspirasi masyarakat.
“Bagi PKB, politik adalah jalan pengabdian. Semangat para muassis harus terus hidup dalam setiap kebijakan dan langkah perjuangan, sehingga cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan maju dapat diwujudkan bersama,” pungkas Faridz.

