Achmad Nurdjayanto Dorong Terobosan Baru, Mist Cooling System Diusulkan Masuk APBD 2027

SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Cuaca panas yang melanda Kota Surabaya dalam beberapa waktu terakhir mendorong Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, mengusulkan penerapan mist cooling system sebagai langkah inovatif untuk mengurangi dampak pemanasan global sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di ruang terbuka.

Menurut politisi Partai Golkar tersebut, Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia sudah saatnya menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim.

Ia mengusulkan pemasangan sistem pengabut atau pendingin udara di sejumlah titik strategis, seperti kawasan pusat kota, kawasan industri, perkantoran, tempat wisata, taman kota, hingga kawasan pendidikan.

“Perlu ada terobosan inovatif yang belum pernah diterapkan di Indonesia, seperti mist cooling system di beberapa titik strategis. Tujuannya agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan nyaman meski cuaca sedang sangat panas,” ujar Achmad.

Menurutnya, fenomena suhu panas ekstrem bukan lagi persoalan musiman, melainkan dampak nyata perubahan iklim yang harus diantisipasi sejak dini. Ia menilai pemerintah daerah perlu mulai menyiapkan langkah adaptasi agar dampaknya terhadap kesehatan dan produktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Sebagai tahap awal, Achmad mengusulkan agar program tersebut dijadikan pilot project di kawasan pusat kota dan destinasi wisata. Uji coba itu bertujuan mengukur efektivitas sistem sekaligus menjadi bahan evaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas.

“Tahap awal dilakukan di pusat kota untuk mengevaluasi efektivitas, capaian, serta berbagai kekurangan sistem sebelum dikembangkan ke wilayah lainnya,” jelasnya.

Apabila hasil uji coba menunjukkan manfaat yang signifikan, program tersebut dapat diperluas ke wilayah pinggiran, termasuk kawasan Surabaya Utara yang memiliki suhu relatif lebih tinggi karena berada di kawasan pesisir.

Achmad menegaskan, usulan tersebut juga memerlukan dukungan anggaran. Karena itu, ia siap mengawal pembahasannya agar dapat masuk dalam APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2027.

“Harapannya program ini dapat dianggarkan pada APBD 2027 sehingga bisa direalisasikan secara bertahap demi meningkatkan kenyamanan masyarakat,” katanya.

Di akhir keterangannya, Achmad menegaskan bahwa mist cooling system bukan untuk menggantikan program penghijauan yang telah berjalan di Surabaya. Sebaliknya, teknologi tersebut menjadi pelengkap dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih sejuk dan ramah terhadap perubahan iklim.

“Program ini menjadi pendukung penghijauan. Selain memberikan kesejukan bagi masyarakat, sistem ini juga membantu menjaga kelembapan sehingga tanaman tidak mudah kering saat musim kemarau,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *