GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif meresmikan Pasar Sidayu yang berada di sisi timur Alun-alun Sidayu, pada Jumat (10/4/2026).
Peresmian ini menandai dimulainya operasional pasar modern dengan tetap melestarikan cagar budaya. Total ada 528 stand yang siap menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya wilayah Gresik utara.
Dalam kunjungan tersebut, Mendag Budi Santoso menyampatkan berkeliling pasar menyapa para pedagang sembari memborong sejumlah komiditas lalu dibagikan kepada pengunjung. Tak hanya itu, dia juga melakukan pengecekan terhadap harga kebutuhan pokok guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa Pasar Sidayu memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi bagi wilayah utara Gresik, meliputi Kecamatan Bungah, Sidayu, Panceng, Ujungpangkah, hingga Dukun.
“Pasar Sidayu ini memiliki tradisi Pahing yang selalu ramai setiap pasaran. Ini menjadi potensi besar yang terus kita kembangkan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yani.
Pasar Sidayu sendiri sempat mengalami kebakaran pada tahun 2022. Kini, pasar tersebut hadir kembali dengan wajah baru yang lebih modern dan tertata, tanpa meninggalkan nilai historisnya yang berkaitan dengan tokoh lokal Kanjeng Sepuh Sidayu.
Bangunan pasar terdiri dari dua lantai dengan total 528 stan, termasuk stan tematik. Pembangunan dilakukan dalam dua tahap, yakni tahap pertama dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar dan tahap kedua melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai sekitar Rp30 miliar. Proses pembangunan juga mendapat pendampingan dari Kejaksaan Agung guna memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Menurut Gus Yani, pasar ini tidak hanya difungsikan sebagai pusat transaksi ekonomi, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi wisata.
“Kami mendesain pasar ini agar bisa menjadi pasar wisata sekaligus pusat kuliner. Ini terinspirasi dari beberapa negara yang berhasil menjadikan pasar sebagai daya tarik wisata,” jelasnya.
Keunikan Pasar Sidayu juga terletak pada para pedagangnya. Sebagian di antaranya merupakan penghafal Alquran yang tetap melantunkan ayat suci di sela aktivitas berdagang, menciptakan suasana religius yang khas.
Gus Yani pun menekankan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pasar agar tetap berkelanjutan dan menjadi contoh bagi pasar lain.
Sementara itu, Mendag Budi Santoso mengapresiasi hasil pembangunan Pasar Tematik Sidayu yang dinilai sangat baik dan berpotensi menjadi role model pasar rakyat di Indonesia.
“Pasar ini luar biasa, sangat bagus. Bisa menjadi pasar wisata sekaligus pasar kuliner. Kebersihannya juga terjaga dan pengelolaan sampahnya sudah baik,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan bahwa harga kebutuhan pokok di pasar tersebut relatif stabil, bahkan beberapa komoditas dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Tadi kita lihat langsung harga telur dan kebutuhan lainnya cukup baik, bahkan ada yang di bawah HET. Ini harus terus dijaga,” tegasnya.
Sebagai penutup, Mendag Budi Santoso mendorong para pedagang untuk mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital guna meningkatkan pendapatan.
“Sekarang ini era digital. Pedagang juga harus mulai belajar jualan online agar lebih adaptif dan bisa menambah income,” pungkasnya.
Reporter : Azharil Farich

