GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Pemkab Gresik menggelar kirab penghargaan Adipura bertepatan dengan peringatan HUT ke-52 Pemkab Gresik, Jumat (27/2/2026). Kirab tersebut dipimpin langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif sebagai bentuk apresiasi terhadap pasukan kebersihan dan pertamanan.
Rombongan memulai kirab dari Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) dan melintasi Jalan Veteran, Jalan Panglima Sudirman, Jalan J.A. Suprapto, hingga berakhir di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP). Bupati dan wakil bupati menaiki becak listrik, diikuti jajaran Forkopimda, Pejabat OPD, serta para petugas kebersihan yang berada di barisan terdepan.
Kabupaten Gresik menjadi satu dari 35 kabupaten/kota di Indonesia yang meraih Penghargaan Kinerja Pengelolaan Sampah berupa Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan tersebut diberikan atas capaian daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Gus Yani menyatakan penghargaan itu merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, terutama dedikasi para petugas kebersihan di lapangan.
“Hari ini kita tidak sekadar membawa penghargaan, tetapi juga membawa penghormatan bagi panjenengan semua yang setiap hari memastikan Gresik tetap bersih,” ujar Yani.
Menurut dia, salah satu faktor penilaian adalah keberhasilan Gresik mengolah sampah menjadi refuse derived fuel (RDF), yakni bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Pengolahan tersebut disinergikan dengan PT Semen Indonesia sebagai offtaker sehingga sampah memiliki nilai tambah sekaligus mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Lingkungan Hidup menyerahkan tiga unit motor pengangkut sampah kepada Pemkab Gresik. Kendaraan tersebut kemudian didistribusikan kepada desa, kelurahan, dan lembaga yang dinilai berprestasi dalam pengelolaan sampah.
Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, menerima satu unit motor sebagai desa terbaik berkat gerakan pembuatan biopori di setiap rumah. Sementara Kelurahan Sukorame, Kecamatan Gresik, memperoleh satu unit motor sebagai kelurahan Program Kampung Iklim (Proklim) terbaik.
Dukungan juga diberikan kepada lingkungan pesantren. Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kecamatan Dukun, mendapat satu unit motor atas keberhasilan mengelola sampah anorganik. Tambahan satu unit motor diserahkan kepada Pondok Pesantren Darut Taqwa Suci atas komitmennya dalam penguatan pengelolaan sampah di lingkungan pondok.
Pada kesempatan itu, Pemkab Gresik turut menyalurkan bantuan sembako kepada pasukan kebersihan dan pertamanan.
Gus Yani juga mengemukakan rencana penerapan deposit refund system untuk botol minuman kemasan sebagai upaya mengurangi sampah plastik melalui skema insentif pengembalian dana. Ia meminta kawasan industri di Gresik memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawab lingkungan.
“Sampah bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, mulai dari rumah tangga hingga kawasan industri,” kata Yani.
Reporter : Azharil Farich

