BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) — Kepala Desa Genteng Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, H. Hofi memberikan klarifikasi terkait viralnya video penyaluran bantuan pangan beras yang sempat menuai polemik di media sosial.
Ia menegaskan bahwa semua keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan pangan beras di desanya menerima sesuai dengan jumlahnya, yakni 20 kilogram untuk bulan Juni dan Juli 2025.
“Kami salurkan kembali pada hari ini, semua KPM menerima sesuai jumlah 20 kilogram,” terangnya, Rabu (6/8/2025).
H. Hofi menjelaskan, niat awal pemerintah desa adalah memastikan rasa keadilan sosial dengan membagikan bantuan secara merata agar seluruh warga tidak mampu yang belum terdata bisa merasakan bantuan pangan beras tersebut.
Meski inisiatif tersebut lahir dari niat baik, Tapi ternyata menimbulkan salah paham di masyarakat. Seorang pemuda memprotes kebijakan pemerataan tersebut sehingga menimbulkan kehebohan di media sosial.
Sebagai respon, Pemerintah Desa Genteng melakukan perbaikan dan penyaluran kembali sesuai mekanisme petunjuk pelaksanaan dan teknis dari pemerintah pusat.
“Hari ini penyaluran dilakukan kembali sesuai aturan, dan sudah disertai dengan pernyataan melalui rekaman video dari KPM. Dan kami tegaskan seluruh penerima bantuan pangan beras di Desa Genteng sudah menerima sesuai haknya masing-masing yakni sebanyak 20 kilogram,” tegas H. Hofi.
Pihak desa juga memastikan tidak ada hak warga yang dikurangi, dan berkomitmen akan terus memperjuangkan usulan nama-nama warga tidak mampu yang belum terdaftar agar bisa masuk sebagai penerima bantuan pada tahap selanjutnya.
“Prinsip kami tidak ada hak masyarakat yang akan dikurangi. Justru kami ingin memperjuangkan mereka yang belum tersentuh bantuan,” imbuhnya.
H. Hofi mengungkapkan, di Desa Genteng masih banyak warga miskin yang namanya tidak tercantum dalam daftar resmi penerima bantuan pangan dari pusat.
“Banyak warga kami yang tergolong tidak mampu namun tidak masuk dalam data penerima bantuan,”jelasnya.
H. Hofi berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memperbaiki data penerima bantuan. Sehingga penyaluran bantuan untuk warga kurang mampu bisa tepat sasaran.
“Kami berharap data penerima bantuan ini diperbaiki, biar tepat sasaran. Dan juga tidak muncul kecemburuan di masyarakat,” ucapnya.
Sebagi bentuk kepedulian, Kepala Desa Genteng memberikan bantuan secara pribadi kepada warga kurang mampu yang tidak terdaftar dalam data resmi penerima bantuan pangan beras dari pemerintah pusat.
“Kami bagikan bantuan secara pribadi berupa beras 5 kilogram, meski tidak banyak, ini untuk mengobati kekecewaan warga yang tidak masuk dalam data,” pungkas H. Hofi.
Reporter: Rusdi

