BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan resmi mencanangkan Program Beasiswa Abdi Negara, sebuah inisiatif strategis untuk mendorong partisipasi putra-putri daerah dalam mengabdi sebagai aparat penegak hukum, baik di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) maupun Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dan mengajukan permohonan resmi kepada instansi terkait. Penandatanganan kerja sama secara formal dijadwalkan dalam waktu dekat.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam membuka akses lebih luas bagi generasi muda Bangkalan yang bercita-cita menjadi anggota Polri atau TNI,” ujar Fauzan, Kamis (17/05/2025).
Program ini akan mulai berjalan pada tahun 2026 dengan pendanaan yang disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dukungan yang diberikan tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga bimbingan intensif dalam bentuk pelatihan fisik dan akademik untuk memastikan peserta siap menghadapi seleksi nasional yang kompetitif.
“Kami siapkan secara menyeluruh, mulai dari bimbingan belajar hingga biaya pendidikan. Karena meskipun ada kerja sama, kesiapan personal tetap menjadi syarat utama. Dan kami ingin mereka benar-benar memenuhi standard,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab menargetkan minimal satu orang dari setiap desa lolos menjadi aparat penegak hukum dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Jumlah ini diharapkan bisa terus bertambah seiring dengan berjalannya program.
“Target awalnya satu desa satu orang selama lima tahun. Mudah-mudahan bisa lebih. Yang jelas, seluruh biaya akan ditanggung pemerintah daerah,” tambah Fauzan.
Program Beasiswa Abdi Negara ini diharapkan tidak hanya membuka peluang karir yang menjanjikan bagi pemuda-pemudi Bangkalan, tetapi juga memperkuat keterwakilan masyarakat lokal dalam institusi negara, serta meningkatkan peran aktif mereka dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya.
Reporter: Rusdi

