Beautiful Pain Kupas Luka Perempuan Keluar dari Toxic Relationship, Tayang 22 Oktober

SURABAYA – Keputusan keluar dari rumah tangga yang penuh manipulasi bukan akhir dari penderitaan seorang perempuan. Justru setelah berani meninggalkan hubungan beracun (toxic relationship), perjuangan untuk bangkit, mempertahankan hak asuh anak, hingga menghadapi penghakiman sosial kerap menjadi ujian yang lebih berat.

Pergulatan tersebut menjadi inti cerita film drama keluarga Beautiful Pain yang menggelar special screening di XXI Royal Plaza Surabaya, Sabtu (10/10/2026). Penayangan terbatas ini dihadiri sutradara Dmaz Brodjonegoro serta dua pemeran, Baim Wong dan Dimas Aditya.

Melalui film produksi Dapur Film tersebut, penonton diajak menyelami perjalanan Niken, perempuan yang berusaha merebut kembali martabat dan masa depannya setelah keluar dari pernikahan yang tidak sehat.

Niken diperankan Raihaanun, aktris peraih Piala Citra. Ia dikisahkan meninggalkan Dirga, sang suami yang diperankan Baim Wong, setelah terjebak dalam hubungan rumah tangga yang manipulatif.

Namun, keputusan itu membawa konsekuensi besar. Kehilangan kemapanan ekonomi membuat Niken harus kembali tinggal di rumah ibunya dan memulai kehidupan dari nol.

Sebagai ibu tunggal, ia harus membesarkan dua anak di tengah keterbatasan finansial. Di saat bersamaan, Niken menghadapi cibiran orang-orang terdekat, penghakiman sosial, hingga pelecehan dan fitnah ketika berusaha membangun kembali kariernya.

Tekanan tersebut menggambarkan situasi ketika perempuan yang mengalami penderitaan justru harus berhadapan dengan stigma masyarakat. Niken pun memilih bertahan dan bersuara demi memperjuangkan hak asuh anak serta mempertahankan harga dirinya.

Sutradara Dmaz Brodjonegoro menegaskan, Beautiful Pain tidak dibuat sekadar untuk mengeksploitasi kesedihan. Film ini ingin memperlihatkan proses seorang penyintas trauma untuk kembali menemukan kekuatan dan keberanian menjalani hidup.

“Realitanya kita ingin memperlihatkan perjuangan seorang perempuan, terutama ibu tunggal. Banyak ketidakadilan yang dialami perempuan di masyarakat kita, mereka disakiti, tapi justru mereka yang paling sulit untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan karena takut dihakimi,” ujar Dmaz dalam sesi bincang media di XXI Royal Plaza Surabaya.

Menurutnya, karakter Niken dihadirkan untuk menunjukkan bahwa rasa sakit yang dialami perempuan merupakan kenyataan yang harus diakui, bukan diabaikan.

“Luka batin tidak boleh mematikan langkah kita. Kami ingin perempuan yang sedang berada di situasi sulit merasa dilihat dan dikuatkan,” tambahnya.

Baim Wong Dalami Karakter Dirga

Baim Wong mengungkapkan, memerankan Dirga menjadi tantangan tersendiri. Ia harus membangun karakter suami yang memicu keretakan rumah tangga secara natural, tanpa membuat tokoh tersebut sekadar menjadi antagonis satu dimensi.

“Tantangannya adalah bagaimana menghidupkan karakter Dirga senatural mungkin. Walaupun perbuatannya menyakitkan bagi Niken, harus ada sebab-akibat yang jelas, manusiawi, dan bisa dirasakan oleh penonton,” kata Baim.

Ia juga mengapresiasi arahan Dmaz yang dinilai detail dalam membangun dinamika hubungan antartokoh.

Sementara itu, Dimas Aditya menilai visi penyutradaraan Dmaz sudah matang sejak tahap lokakarya (workshop). Menurutnya, konsep dan pesan yang dirancang sejak awal dapat diterapkan dengan baik selama proses produksi.

Beautiful Pain diproduseri bersama Hanung Bramantyo dan menandai debut Nikita Mirzani sebagai produser eksekutif (executive producer).

Film ini turut dibintangi Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, Anantya Kirana, dan Evano Zyan.

Mengusung pesan “Fight the Trauma”, Beautiful Pain dijadwalkan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Film ini diharapkan membuka ruang percakapan mengenai trauma, ketidakadilan yang dialami perempuan, serta pentingnya dukungan bagi mereka yang berjuang membangun kembali kehidupan setelah keluar dari hubungan yang tidak sehat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *