SURABAYA (Kabarjawatimur) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pengajian rutin di Hotel Kyrie, Minggu malam (13/9/2026).
Berbeda dengan kegiatan di hotel pada umumnya, acara tersebut dikemas dengan nuansa kampung. Dekorasi pelangi-langit turut menghiasi lokasi kegiatan sehingga suasana keakraban dan kebersamaan tetap terasa meski berlangsung di ruang hotel.
Sekretaris DPD PSI Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, mengapresiasi panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.
“Meski acaranya di hotel, tapi suasananya seperti di kampung. Jadi kehidupan seperti di kampung masih terasa. Jangan dilihat nilainya, karena ini sedikit cara kita untuk bersyukur,” ujar Yuga dalam sambutannya.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum bagi kader PSI Surabaya untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, serta meneladani perjuangan Rasulullah SAW.
Yuga berharap seluruh kader PSI Surabaya semakin solid, mendapat keberkahan, serta terus hadir dan dikenang masyarakat melalui berbagai bentuk kepedulian.
Dalam kesempatan tersebut, Yuga juga secara terbuka menyinggung tudingan yang selama ini kerap dialamatkan kepada PSI. Salah satunya adalah anggapan bahwa PSI merupakan partai yang anti-Muslim.
Ia menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah yang tidak seharusnya menyurutkan semangat kader dalam menjalankan perjuangan politik maupun pelayanan kepada masyarakat.
“Banyak fitnah seperti itu. Karena itu, saya minta teman-teman tetap semangat dan berjuang, apa pun cacian, makian, dan fitnahan,” tegas Yuga.
Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya itu kemudian mengajak kader PSI mengambil pelajaran dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Rasulullah juga menghadapi berbagai tantangan, penolakan, hingga tekanan ketika menyampaikan ajaran Islam.
“Saya yakin itu bisa kita teladani. Nabi Muhammad SAW pertama kali waktu berdakwah juga mengalami seperti itu. Jadi kita harus bercermin, meniru, dan meneladani dari kisah-kisah beliau,” katanya.
Bagi Yuga, kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi sekaligus menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antara kader PSI dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian aktivitas sosial dan keagamaan PSI Surabaya yang diarahkan untuk memperkuat silaturahmi serta menunjukkan keberadaan partai di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi, Sahroni, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai momentum mempererat tali silaturahmi antara kader PSI dan masyarakat.
“Alhamdulillah. Meski sederhana, peringatan Maulid Nabi kali ini berjalan tertib dan lancar,” tutur Sahroni.

