Golkar Surabaya Bidik 10 Kursi DPRD, Siapkan Skenario Pemekaran Dapil

SURABAYA (Kabarjawatimur) – DPD Partai Golkar Kota Surabaya memasang target politik tinggi menghadapi Pemilu 2029. Partai berlambang pohon beringin itu membidik 10 kursi DPRD Surabaya, atau dua kali lipat dari perolehan lima kursi saat ini.

Target tersebut ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Akmarawita Kadir, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus Pimpinan Kecamatan (PK) masa bakti 2026–2031 di Surabaya, Minggu (13/9/2026).

“Partai Golkar Kota Surabaya menargetkan 10 kursi dari lima kursi yang ada sekarang,” kata Akmarawita.

Menurutnya, target tersebut tidak cukup dicapai hanya melalui kerja politik menjelang pemilu. Golkar Surabaya perlu memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kelurahan sebagai fondasi utama peningkatan suara partai.

Akmarawita menegaskan, pengukuhan pengurus kecamatan dan kelurahan bukan sekadar agenda seremonial. Struktur partai di tingkat bawah harus memahami tugas, fungsi, serta tanggung jawab politiknya dalam menjangkau masyarakat.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat mengenai tugas dan fungsi struktur partai hingga tingkat paling bawah,” ujarnya.

Perkuat Akar Rumput, Sasar Persoalan Warga

Golkar Surabaya memiliki struktur organisasi di 31 kecamatan yang menjadi basis pengembangan kepengurusan hingga tingkat kelurahan.

Akmarawita mengatakan, lebih dari 80 persen program kerja Pimpinan Kecamatan (PK) dan Pimpinan Kelurahan (PL) diarahkan untuk mendekatkan kader dengan masyarakat.

Program kerja tersebut, lanjutnya, harus jelas, terukur, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung warga.

“Lebih dari 80 persen program kerja di tingkat PK dan PL diarahkan untuk mendekatkan kader dengan masyarakat sekaligus membantu mencari solusi atas persoalan warga,” katanya.

Strategi tersebut akan disinergikan dengan program Pemerintah Kota Surabaya, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembukaan akses lapangan pekerjaan.

Bagi Golkar, penguatan struktur hingga akar rumput menjadi instrumen penting untuk membangun kedekatan politik dengan masyarakat sekaligus meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.

Siapkan Skenario Pemekaran Dapil

Selain konsolidasi organisasi, Golkar Surabaya mulai memetakan kemungkinan perubahan daerah pemilihan (dapil) dan penambahan jumlah kursi DPRD Surabaya.

Akmarawita menyebut, partainya telah menyiapkan sejumlah skenario untuk menghadapi perubahan peta politik tersebut. Penataan calon legislatif (caleg) menjadi salah satu bagian penting dari strategi yang disiapkan.

“Kami masih melihat perkembangan. Kalau misalnya dapil itu mekar menjadi tujuh atau delapan, kami sudah siapkan. Kami menata kembali caleg yang nanti akan tersebar di beberapa dapil,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, koordinasi internal mengenai kemungkinan pemekaran dapil telah dilakukan sejak lama. Golkar Surabaya membuat proyeksi berdasarkan berbagai skenario jumlah dapil dan kursi yang mungkin ditetapkan.

Namun, Akmarawita mengakui efektivitas strategi tersebut tetap bergantung pada besaran perubahan dapil dan jumlah kursi DPRD yang nantinya ditetapkan.

“Kalau secara teknis perhitungan dan beberapa analisis, kalau naiknya tidak banyak, Golkar diuntungkan. Namun, kalau kenaikannya sangat tinggi, perlu strategi ekstra untuk betul-betul menambah suara di Kota Surabaya,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *