SURABAYA (Kabarjawatimur) – Anggota Komisi IX DPR RI Dra. Lucy Kurniasari mengapresiasi kinerja Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya dalam memperkuat pengawasan sekaligus edukasi kepada masyarakat terkait keamanan dan mutu pangan.
Apresiasi tersebut disampaikan Lucy saat menghadiri kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) keamanan dan mutu pangan di Kampung Lidah Kulon, Surabaya.
Menurut Lucy, edukasi mengenai pangan aman memiliki peran penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Pengetahuan masyarakat dalam memilih makanan yang aman juga dinilai menjadi salah satu bagian dari upaya mencegah stunting.
“Kita ketahui angka stunting di Kota Surabaya sudah 1,7 persen. Jadi sedikit lagi zero stunting untuk Kota Surabaya,” kata Lucy.
Meski angka stunting tersebut dinilai sudah sangat baik, Lucy mengingatkan agar edukasi kepada masyarakat tidak berhenti. Masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memilih pangan yang aman, bermutu, serta terbebas dari bahan-bahan berbahaya.
Lucy juga mengapresiasi langkah BBPOM Surabaya yang secara rutin melakukan pengawasan di sejumlah pasar tradisional.
“Saat ini sudah bagus. Sudah sering melakukan sidak di berbagai pasar tradisional. Hasilnya sangat menggembirakan,” ujarnya.
Ia mencontohkan pengawasan terhadap makanan takjil menjelang Lebaran. Sejumlah sampel makanan yang dibeli dari pasar tradisional kemudian diperiksa melalui laboratorium BBPOM Surabaya.
“Saya bersama-sama Balai Besar POM, sebelum Lebaran sidak. Kita di pasar-pasar tradisional ada takjil-takjil itu kita beli, lalu kemudian kita teliti di laboratorium. Hasilnya zero,” ungkapnya.
Lucy berharap pengawasan tersebut terus ditingkatkan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Konsumen, kata dia, tidak boleh hanya mempertimbangkan harga dan tampilan produk, tetapi juga harus memastikan keamanan serta legalitas pangan yang dibeli.
“Harapannya masyarakat semakin cerdas. Untuk produsen tidak mencampuri bahan berbahaya. Untuk konsumen tidak membeli apabila tidak ada izin edarnya,” tegas Lucy.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi B H. Mochammad Machmud, S.Sos., M.Si., menilai kegiatan edukasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan obat dan makanan.
Menurut Machmud, masih terdapat masyarakat yang belum sepenuhnya memahami cara memilih produk yang aman, termasuk mengenali potensi pangan tercemar maupun penggunaan obat secara tepat.
“Ini pengetahuan yang baik untuk ibu-ibu. Kami berharap acara seperti ini harus sering-sering digelar,” kata Machmud.
Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi, M.Sc.Tech., Apt., menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara BPOM dan Komisi IX DPR RI dalam memperluas jangkauan edukasi keamanan obat dan makanan kepada masyarakat.
“Merupakan kegiatan strategis kolaborasi DPR RI selaku mitra strategis BPOM dalam mengedukasi masyarakat,” kata Yudi.
Menurut Yudi, dukungan Komisi IX DPR RI memungkinkan BPOM menjangkau masyarakat di wilayah yang selama ini tidak selalu mudah tersentuh kegiatan edukasi secara langsung.
“Dengan kehadiran dari Komisi IX pada hari ini, Ibu Lucy, kami bisa hadir di Kampung Lidah Kulon,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara memilih dan mengonsumsi pangan yang aman melalui prinsip Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa.
“Output-nya adalah kita ingin mengedukasi masyarakat setempat untuk bisa memilih dan mengonsumsi pangan yang aman dengan cara Cek KLIK,” jelasnya.
Yudi berharap edukasi tersebut tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada keluarga.
“Harapannya ibu-ibu, suami, dan putra-putrinya mengonsumsi pangan yang aman dan pada akhirnya bisa menekan atau mencegah terjadinya stunting,” pungkasnya.

