Ning Lia: Penguatan SDM Jadi Kunci Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

SURABAYA ( Kabarjawatimur) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menilai penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan menjadi kunci untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Hal tersebut disampaikan Ning Lia seusai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (17/8/2026).

Menurut Ning Lia, tema HUT ke-81 RI, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, harus diterjemahkan melalui kebijakan nyata. Salah satu fondasi yang perlu mendapat perhatian serius adalah peningkatan kualitas pendidikan dan SDM.

“Jika berkaca dari tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur, tentu aspek yang harus dibenahi lebih dulu yakni pendidikan atau SDM-nya. Sebenarnya alam kita ini kaya, tetapi untuk menjadi sesuatu perlu kompetensi SDM yang mumpuni,” ujar Ning Lia.

Ia mengatakan, kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung manusia yang memiliki kompetensi, pengetahuan, dan keterampilan.

Karena itu, Ning Lia menilai pembangunan SDM akan memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, kedaulatan energi, keadilan sosial hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dari aspek pendidikan itu nantinya pasti akan merambat ke berbagai aspek lainnya seperti ketahanan pangan, kedaulatan energi, keadilan dan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik,” katanya.

Ning Lia juga menyoroti kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap para guru yang menjadi ujung tombak proses pembelajaran.

“Lalu juga perhatian kepada guru honorer yang terus saya perjuangkan juga selama ini,” tegasnya.

Selain kesejahteraan guru, Ning Lia menekankan pentingnya memastikan akses pendidikan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara sehingga pemerintah perlu memastikan tersedianya fasilitas, tenaga pendidik, serta lingkungan belajar yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh peserta didik.

“Pendidikan tidak boleh hanya dinikmati kelompok tertentu. Anak-anak penyandang disabilitas juga harus mendapatkan hak pendidikan yang layak,” ujarnya.

Ning Lia menegaskan, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Kemajuan bangsa juga ditentukan oleh seberapa besar negara mampu meningkatkan kualitas manusia dan memastikan setiap warga memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Penguatan manusia harus menjadi fondasi. Kalau SDM kita kuat, potensi Jawa Timur dan Indonesia bisa dikelola lebih optimal untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *