GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan kawasan hasil penataan permukiman melalui program Dana Alokasi Khusus Tematik Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK TPPKT) 2025 di Dusun Karangtumpuk, Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pengentasan kawasan kumuh sekaligus menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat.
Dalam kunjungannya, AHY meninjau langsung hasil pembangunan yang meliputi rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan jalan lingkungan, drainase, penyediaan air bersih, sanitasi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga tandon air.
AHY menjelaskan, sebanyak 166 rumah warga dibangun dan direnovasi di atas lahan seluas sekitar tujuh hektare. Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, dan lembaga sosial.
“Program ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, dunia usaha hingga Habitat Indonesia. Sinergi seperti inilah yang menjadi kunci mempercepat penataan kawasan permukiman,” ujarnya.
Menurut AHY, penyediaan rumah yang sehat, aman, dan nyaman merupakan kebutuhan dasar masyarakat sebelum mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan, terlebih bagi warga pesisir yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.
Ia menegaskan, penataan kawasan kumuh merupakan bentuk kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung target pengentasan ribuan kawasan kumuh di Indonesia secara bertahap.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Desa Campurejo menjadi lokasi kedua pelaksanaan DAK TPPKT di Kabupaten Gresik setelah sebelumnya diterapkan di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu.
Program tersebut tidak hanya memperbaiki rumah warga, tetapi juga membangun infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih, drainase, jalan lingkungan, TPS 3R, serta fasilitas sanitasi.
“Harapan kami, program ini tidak hanya mengubah wajah kawasan menjadi lebih layak, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat. Skema kepemilikan rumah juga dibuat ringan dengan cicilan hingga 8 sampai 10 tahun, bahkan sebagian warga sudah melunasinya,” kata Yani.
Salah seorang penerima manfaat, Imam Bashori (48), nelayan asal Desa Campurejo, mengaku kehidupan keluarganya kini jauh lebih nyaman setelah rumahnya direnovasi melalui program tersebut.
“Sebelumnya rumah sering bocor saat hujan. Sekarang rumah kami lebih nyaman, bersih, dan aman untuk keluarga. Terima kasih kepada pemerintah atas bantuan ini,” ujarnya.
Reporter : Azharil Farich

