GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Di tengah semakin ketatnya persaingan moda transportasi, ratusan pengayuh becak di Kabupaten Gresik masih menggantungkan hidup dari kayuhan pedal setiap hari. Pendapatan yang tak menentu membuat perhatian sekecil apa pun menjadi berarti.
Momen inilah yang senantiasa dipilih dan dijaga PT Petrokimia Gresik untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT)nya yang ke-54. Sebanyak 529 pengayuh becak manual maupun becak listrik menerima santunan dalam kegiatan “Berbagi Berkah Bersama Abang Becak 2026” yang digelar di GOR Tri Dharma Gresik, Rabu (29/7/2026).
Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan, mengatakan peringatan hari jadi perusahaan bukan sekadar mengenang perjalanan bisnis, melainkan juga momentum berbagi dengan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama perusahaan.
“Petrokimia Gresik percaya bahwa keberhasilan perusahaan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap masyarakat. Karena itu, kami menjadikan HUT ke-54 ini sebagai momentum untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat kebersamaan dengan para abang becak di Gresik,” ujarnya.
Setiap penerima memperoleh santunan tunai Rp200.000, bingkisan, dan konsumsi. Menurut Ihwan, bantuan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus penghargaan kepada para pengayuh becak yang telah menjadi bagian dari denyut kehidupan Kota Gresik.
Ia berharap dukungan masyarakat terus mengiringi langkah Petrokimia Gresik dalam menjalankan amanah pemerintah menjaga ketahanan pangan melalui penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga program sosial seperti ini dapat terus berlanjut.
Program “Berbagi Berkah Bersama Abang Becak” telah menjadi tradisi dalam setiap peringatan HUT Petrokimia Gresik sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
Bagi para penerima manfaat, bantuan tersebut memiliki arti besar. Salah seorang pengayuh becak bernama Nasihan, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh Petrokimia Gresik.
“Alhamdulillah ada bantuan dari Petrokimia Gresik. Semoga perusahaan semakin maju sehingga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Khamid yang sehari-hari mengaku sepi penumpang. Penghasilannya hanya sekitar Rp15.000 per hari. Bantuan yang diterimanya bahkan setara dengan pendapatan selama hampir sepekan.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami. Terima kasih karena masih peduli kepada pengayuh becak,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Petrokimia Gresik tidak hanya merayakan usia perusahaan, tetapi juga menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis akan lebih bermakna ketika mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang tumbuh bersama perusahaan.
Reporter : Azharil Farich

