Aksi Nyata HLH 2026, PT Bumi Suksesindo Lanjutkan Transplantasi Terumbu Karang di Bangsring

BANYUWANGI, – Pada momen peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) 2026, operator tambang di Banyuwangi, Jawa Timur masih melakukan aksi nyata.

Kali ini, PT Bumi Suksesindo (PT BSI) kembali menanam terumbu karang di kawasan Grand Watu Dodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Dalam kegiatan yang digeber pada Kamis kemarin (16/7/2026), anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk tersebut menggandeng lintas sektor. Mulai dari pegiat wisata dari Pokdarwis Pesona Bahari Bangsring, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perikanan Banyuwangi, serta masyarakat.

Perwakilan Manajemen PT BSI, Erik Wibisana Barnas menyebut bahwa penanaman terumbu karang di GWD tahun ini merupakan yang keempat sejak 2023. Dia mengakui bahwa kerja sama dengan pihak-pihak eksternal perusahaan sangat membantu keberhasilan program terumbu karang PT BSI.

“Tanpa dukungan rekan-rekan dan Bapak, Ibu semua, kegiatan kami pasti sulit terwujud. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, kami ingin berterima kasih kepada pihak-pihak tersebut di atas serta pihak-pihak lain yang tidak kami sebutkan, yang turut menyukseskan kegiatan ini,” ucapnya, Selasa (17/7/2026).

Sementara itu, Abdul Aziz selaku Ketua Pokdarwis Pesona Bahari melaporkan tingkat keberhasilan penanaman terumbu karang tahun lalu mencapai 90 persen. Hal ini sangat menggembirakannya karena terumbu karang yang terjaga berdampak positif bagi pelaku wisata serta nelayan di kawasan Bangsring.

Jika cuaca sedang tidak baik. seperti angin kencang, para nelayan yang tidak bisa melaut tetap bisa bekerja menjadi pelaku wisata sehingga perekonomiannya tidak berhenti.

“Hasil monitoring kami bersama PT BSI selama ini, terumbu karang yang pernah ditanam, kini sudah menjadi rumah bagi ikan,” tuturnya.

Metode penanaman terumbu karang tahun ini, masih Aziz, menggunakan dua metode baru. Yaitu spider dan botol kaca bekas yang di cor dengan semen. Metode media tanam spider dibuat dari besi ram yang dirangkai menyerupai sarang laba-laba.

“Harapan kami, semoga tingkat keberhasilan juga sama seperti tahun sebelumnya yang mencapai 90 persen. Terima kasih kepada PT BSI sudah melakukan transplantasi terumbu karang di Grand Watu Dodol, tahun ini menjadi tahun keempat,” katanya.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Banyuwangi, Anang Budi Wasono juga menyampaikan terima kasih kepada PT BSI karena telah melaksanakan rangkain kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026.

“Semoga kegiatan ini membawa dampak positif bagi ekosistem laut dan menjadikan terumbu karang menjadi rumah ikan yang nyaman,” ucapnya.

Selain masalah terumbu karang, Anang turut mengingatkan bahwa saat ini masalah sampah juga menjadi masalah yang cukup serius. Dia mengajak seluruh masyarakat agar mulai peka bahwa membuang sampah di sungai ataupun langsung di laut akan merusak ekosistem yang ada di laut.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengawasan Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Rudianto menyampaikan bahwa saat ini seluruh dunia menghadapi tiga krisis planet (triple planetary crisis) yang menentukan masa depan kehidupan umat manusia. Ketiga krisis tersebut adalah perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah.

Rudianto melihat Banyuwangi sebagai kabupaten yang memiliki garis pantai paling panjang di pulau Jawa menghadapai tantangan dampak perubahan iklim yang begitu nyata. Salah satunya meningkatnya permukaan air laut. Dia pun mengajak semua pihak untuk memitigasi kondisi tersebut. Menurutnya, transplantasi terumbu karang merupakan salah satu langkah mitigasi dampak perubahan iklim.

“Transplantasi terumbu karang bukan sekadar menanam karang tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan sumber daya laut sehingga membuat kesejahteraan bagi para nelayan di kabupaten Banyuwangi,” tuturnya.

Tantangan perubahan iklim, lanjut Rudi, hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi dari semua pihak, pemerintah, perusahaan, akademisi, komunitas dan masyarakat, hingga media. Tentunya yang mau berjalan bersama mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui aksi nyata di lapangan.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi awal dari pemeliharaan, monitoring, dan pengembangan konservasi laut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan generasi di masa depan,” tandasnya. (*)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *