Ning Lia : MPLS Harus Jadi Awal Pembentukan Karakter, Bukan Ajang Perpeloncoan

SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, menegaskan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 harus menjadi momentum membangun karakter peserta didik baru dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan, bukan menjadi ajang perpeloncoan maupun perundungan.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu mengatakan seluruh sekolah wajib mematuhi ketentuan dalam Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 yang menekankan pelaksanaan MPLS secara ramah anak, edukatif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

“MPLS adalah gerbang awal pembentukan karakter siswa. Karena itu, jangan sampai masih ada praktik perpeloncoan, intimidasi, ataupun bullying yang justru meninggalkan trauma bagi peserta didik,” ujar Ning Lia.

Ia menilai pengawasan selama pelaksanaan MPLS harus diperkuat untuk meminimalkan potensi terjadinya tindakan yang mengarah pada perundungan. Pengawasan dapat dilakukan melalui pemanfaatan CCTV di area sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas, serta melibatkan petugas keamanan sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) apabila diperlukan.

Selain pengawasan, Ning Lia mendorong sekolah menghadirkan kegiatan MPLS yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan. Materi seperti Wawasan Wiyata Mandala, wawasan kebangsaan, kepramukaan, pencegahan penyalahgunaan narkoba, etika bermedia sosial, hingga pengenalan kurikulum diharapkan dikemas dengan metode yang menarik sehingga siswa baru mudah memahami materi tanpa merasa jenuh.

“Termasuk kegiatan ice breaking harus dilakukan dengan cara yang positif dan menyenangkan agar siswa merasa nyaman, percaya diri, dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru,” katanya.

Menurut Ning Lia, MPLS juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menanamkan nilai-nilai moral, akhlak mulia, kedisiplinan, toleransi, empati, gotong royong, serta budaya saling menghargai. Pendidikan karakter sejak hari pertama dinilai penting agar peserta didik terbiasa menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Ia berharap seluruh tenaga pendidik, orang tua, dan peserta didik bersama-sama mengawal pelaksanaan MPLS agar benar-benar menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi siswa baru.

Diketahui, pada pekan pertama tahun ajaran baru 2026/2027, peserta didik baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sedangkan siswa lama menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Kelas (MPLK). Melalui pelaksanaan yang sesuai regulasi, diharapkan tercipta budaya sekolah yang ramah anak, bebas bullying, bebas perpeloncoan, serta mampu mendukung lahirnya generasi yang berkarakter dan berprestasi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *