Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Rio Pattiselanno, mengusulkan agar Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Surabaya ditingkatkan menjadi Super MPP. Menurutnya, kualitas pelayanan publik di Kota Pahlawan telah berkembang jauh melampaui konsep MPP pada umumnya sehingga layak menjadi model pelayanan publik nasional.
Rio mengingatkan bahwa sebelum hadirnya MPP, pelayanan perizinan dan administrasi masyarakat dilakukan melalui Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA). Saat menjabat sebagai anggota DPRD Surabaya periode 2009–2014, ia pernah mengusulkan perubahan konsep menjadi Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPTSP).
“Kalau satu atap itu masih banyak pintu sehingga kurang efektif dan efisien. Konsep satu pintu membuat seluruh proses masuk dan keluar melalui pintu yang sama sehingga pelayanan menjadi lebih sederhana dan cepat,” ujar Rio, Kamis (9/7/2026).
Menurut politisi PSI tersebut, konsep itu kemudian diperkuat dengan sistem document tracker yang memungkinkan masyarakat memantau secara langsung tahapan proses pengajuan dokumen. Inovasi tersebut, katanya, menjadi salah satu fondasi yang menjadikan Surabaya sebagai pelopor tata kelola perizinan modern.
Rio juga menilai pengembangan Surabaya Single Window (SSW) hingga menjadi SSW Alfa, yang kemudian terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS) pada 2018–2019, menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kota Surabaya dalam melakukan transformasi pelayanan berbasis digital.
Saat ini, lanjut Rio, MPP Surabaya telah memiliki layanan yang baik, fasilitas yang nyaman, sistem yang transparan, serta digitalisasi yang terus berkembang. Karena itu, pada peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, ia mendorong agar inovasi tersebut terus ditingkatkan.
“Saya mengusulkan agar Surabaya menjadi Super MPP, bukan lagi sekadar MPP. Terobosan yang dilakukan Pemkot Surabaya sudah sangat luar biasa sehingga layak menjadi yang terdepan,” katanya.
Rio juga mengusulkan agar layanan MPP diperluas melalui program MPP Goes to Kelurahan atau Balai RW secara berkala sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan publik tanpa harus datang ke pusat kota.
Selain itu, ia mengusulkan pembangunan MPP di kawasan Surabaya Barat dan Surabaya Timur agar akses pelayanan semakin dekat dengan warga dan proses pengurusan administrasi menjadi lebih cepat serta efisien.
“Saya sangat mengapresiasi Pemkot Surabaya dalam mewujudkan MPP yang ada hari ini. Fasilitasnya nyaman, sistemnya terintegrasi, transparan, dan digitalisasinya terus dikembangkan. Hal itu terlihat dari meningkatnya kepuasan dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Rio memberikan sejumlah catatan yang dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah kota untuk semakin menyempurnakan pelayanan publik. Di antaranya melakukan reformasi proses dengan memangkas tahapan layanan yang tidak relevan, menyusun standar operasional prosedur (SOP) lintas instansi, menjadikan MPP sebagai One Stop Investment Center, memperkuat kualitas sumber daya manusia di lini depan melalui budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam) serta peningkatan kompetensi petugas, hingga memperluas jam operasional dan segmentasi layanan sesuai kebutuhan masyarakat.

