Berawal dari Kepedulian Warga, Pendampingan Rumah Aspirasi Reni Astuti Antarkan Anak Yatim Tetap Bersekolah di SMK Negeri

SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Kepedulian masyarakat kembali membuktikan bahwa harapan akan selalu ada bagi anak-anak yang ingin meraih cita-cita. Kisah Yoga, seorang anak yatim dari keluarga kurang mampu, menjadi bukti bahwa gotong royong dan pendampingan yang tepat mampu menyelamatkan masa depan seorang anak.

Karena keterbatasan ekonomi, ibunda Yoga sempat berniat tidak melanjutkan pendidikan putranya ke jenjang SMK. Kondisi tersebut diketahui oleh dua tetangganya, Bu Puji dan Bu Nuriyah, yang kemudian memberikan motivasi dan menguatkan keluarga agar tidak menyerah pada keadaan. Keduanya meyakinkan bahwa Yoga harus tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dan mendorong keluarga untuk mendaftarkannya ke sekolah negeri.

Informasi tersebut kemudian sampai kepada Rumah Aspirasi Reni Astuti. Menindaklanjuti laporan warga, Arif Lila Wijanarka (Abah Lila) selaku Staf Khusus Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti segera melakukan pendampingan dan advokasi kepada keluarga Yoga, mulai dari asesmen kondisi keluarga hingga koordinasi dengan pihak sekolah agar hak pendidikan Yoga tetap dapat terpenuhi.

Berkat ikhtiar dan sinergi berbagai pihak, Yoga akhirnya dinyatakan diterima sebagai peserta didik baru di SMK Negeri 10 Surabaya. Namun, pendampingan tidak berhenti sampai di situ. Mengetahui kondisi keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, Abah Lila kembali berkoordinasi dengan Kepala SMK Negeri 10 Surabaya, Bapak Imam Sutopo, untuk menyampaikan kondisi Yoga dan memohon kebijakan sekolah agar dapat membantu penyediaan sarana dan prasarana, khususnya seragam sekolah.

Koordinasi tersebut mendapat respons yang sangat baik. Dengan semangat kepedulian terhadap peserta didik dari keluarga kurang mampu, pihak SMK Negeri 10 Surabaya memberikan kebijakan sehingga Yoga memperoleh bantuan seragam sekolah. Bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi Yoga untuk memulai tahun ajaran baru dengan penuh percaya diri.

“Pendampingan bukan sekadar membantu mengurus administrasi, tetapi memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Kami percaya tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depannya hanya karena keterbatasan ekonomi. Ketika masyarakat peduli, sekolah hadir memberikan solusi, dan semua pihak bersinergi, insyaallah akan selalu ada jalan,” ujar Abah Lila.

Abah Lila juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala SMK Negeri 10 Surabaya, Bapak Imam Sutopo, beserta seluruh jajaran sekolah atas kepedulian dan respons cepat dalam membantu memenuhi kebutuhan seragam Yoga.

Rumah Aspirasi Reni Astuti berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan, pendampingan, dan advokasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar tidak ada lagi generasi penerus bangsa yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena alasan ekonomi.

Kisah Yoga menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat berawal dari kepedulian sederhana. Ketika warga, sekolah, dan Rumah Aspirasi Reni Astuti bergandengan tangan, harapan bagi anak-anak Indonesia akan terus menyala.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *