GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Puskesmas Bungah terus memperkuat upaya pencegahan kanker serviks melalui inovasi GARSAVA (Gerakan Sadar IVA). Program ini menghadirkan layanan edukasi sekaligus pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dengan metode jemput bola ke desa-desa sebagai upaya memperluas deteksi dini kanker serviks.
Program tersebut digagas untuk mendekatkan layanan skrining kepada masyarakat, khususnya wanita usia subur (WUS), sehingga mereka tidak lagi terkendala jarak, waktu, maupun rasa takut untuk memeriksakan kesehatan reproduksi.
Pelaksanaan GARSAVA melibatkan berbagai pihak, mulai pemerintah desa, kader kesehatan, Tim Penggerak PKK, hingga bidan desa di seluruh wilayah kerja Puskesmas Bungah. Sinergi ini menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap pemeriksaan IVA.
Peserta kegiatan terdiri dari WUS sebagai sasaran utama pemeriksaan, kader kesehatan, pengurus PKK, perangkat desa, serta tenaga kesehatan. Dalam setiap pelaksanaannya, kegiatan rata-rata diikuti 30 hingga 50 peserta menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing desa.
Kepala Puskesmas Bungah, dr Nanang Rudianto, mengatakan GARSAVA lahir sebagai solusi untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA melalui pelayanan jemput bola sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh layanan deteksi dini kanker serviks.
“Melalui GARSAVA kami ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Tujuannya meningkatkan cakupan pemeriksaan IVA, mempermudah akses layanan skrining kanker serviks, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya deteksi dini, sekaligus menemukan kelainan pada leher rahim sedini mungkin agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Menurut Nanang, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah apabila terdeteksi sejak dini. Sayangnya, masih banyak perempuan yang enggan melakukan pemeriksaan karena minimnya pengetahuan maupun rasa takut terhadap proses pemeriksaan.
Karena itu, setiap kegiatan GARSAVA tidak hanya menghadirkan layanan pemeriksaan IVA, tetapi juga diisi dengan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan kanker serviks, serta pentingnya menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa pemeriksaan IVA merupakan prosedur sederhana, cepat, aman, dan berpotensi menyelamatkan nyawa.
Puskesmas Bungah juga kerap menggelar Gebyar GARSAVA pada momen-momen tertentu, seperti peringatan Hari Kartini, dengan menyelenggarakan pemeriksaan massal di desa-desa. Langkah ini dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran perempuan untuk melakukan skrining secara rutin.
Dokter Nanang berharap inovasi GARSAVA mampu mengubah pola pikir masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks.
“Dengan adanya inovasi ini kami berharap semakin banyak perempuan yang bersedia melakukan pemeriksaan IVA secara rutin. Stigma dan rasa takut terhadap pemeriksaan juga dapat berkurang, sehingga cakupan deteksi dini kanker serviks terus meningkat dan angka kesakitan maupun kematian akibat kanker serviks dapat ditekan,” pungkasnya.
Reporter : Azharil Farich

