SURABAYA,(Kabarjawatimur.com)-
Sebanyak 3,670 personel gabungan disiapkan dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Surabaya.
Ribuan personil tersebut dibagi sesuai titik pengamanan yang telah ditentukan. Penempatan personel dilakukan untuk memastikan arus kegiatan berjalan tertib, aman, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, memimpin langsung apel gelar pasukan pengamanan yang melibatkan personel dari 23 Polres jajaran di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jumat pagi (1/5/2026).
Apel tersebut digelar sebagai bentuk kesiapan aparat dalam mengawal jalannya penyampaian aspirasi dari berbagai elemen buruh yang dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik strategis di Kota Surabaya, mulai dari Kantor Gubernur Jawa Timur, Gedung DPRD Jawa Timur, hingga lokasi lain yang berpotensi menjadi pusat konsentrasi massa.
Dalam arahannya, Kombes Pol Luthfi menegaskan bahwa pengamanan May Day bukan semata tugas pengendalian massa, melainkan bentuk pelayanan negara kepada masyarakat yang sedang menggunakan hak demokratisnya.
Kapolrestabes mengingatkan seluruh anggota agar menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme dan mengedepankan pendekatan persuasif dan Humanis.
Menurutnya, Hari Buruh adalah momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan harapan dan tuntutannya. Karena itu, aparat diminta hadir bukan sebagai pihak yang berhadap-hadapan dengan massa, melainkan sebagai pengayom yang menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan lancar. Rekan-rekan personel harus tetap tenang, menjaga sikap, serta tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan,” ujar Kombes Pol Luthfi.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada anggota yang bertindak di luar prosedur operasional standar atau SOP.
Dalam briefing tersebut, Luthfi secara khusus meminta personel untuk menjaga stamina dan emosi selama bertugas. Ia menyadari pengamanan aksi massa membutuhkan energi besar dan kesabaran ekstra, terutama ketika personel harus berjaga dalam waktu panjang.
Namun demikian, kelelahan tidak boleh menjadi alasan munculnya tindakan represif maupun respons emosional.
Kapolrestabes menegaskan seluruh tindakan di lapangan harus mengacu pada aturan yang berlaku, dengan menghindari segala bentuk kekerasan maupun pelanggaran yang berpotensi mencederai kepercayaan publik.
“Tidak boleh ada tindakan yang memicu konflik, baik terhadap peserta aksi maupun antarpetugas. Kita harus menjadi pihak yang mampu meredam situasi, bukan justru memperkeruh keadaan,” tuturnya.
Pihak kepolisian berharap peringatan Hari Buruh 2026 di Surabaya dapat berlangsung dalam suasana damai, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Selain menjaga keamanan, aparat juga diinstruksikan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk membantu pengaturan lalu lintas dan memastikan aktivitas warga di sekitar lokasi aksi tetap berjalan.
Pendekatan humanis yang ditekankan dalam pengamanan May Day tahun ini menjadi gambaran komitmen Polrestabes Surabaya dalam menjaga keseimbangan antara keamanan publik dan penghormatan terhadap hak demokrasi warga negara.
Dengan pengamanan yang terukur dan profesional, May Day di Surabaya diharapkan menjadi ruang aspirasi yang aman sekaligus momentum positif bagi buruh untuk menyampaikan suara mereka secara damai.

