Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Anggota DPRD Kota Surabaya Cahyo Siswo Utomo meminta layanan transportasi feeder Surabaya atau Wirawiri Suroboyo terus ditingkatkan seiring tingginya animo masyarakat menggunakan transportasi umum.
Menurut Cahyo, peningkatan pelayanan perlu difokuskan pada percepatan waktu tunggu penumpang di halte, idealnya berkisar antara 8 hingga 15 menit. Dengan waktu tunggu yang lebih singkat, masyarakat diyakini akan semakin tertarik beralih ke transportasi publik.
“Dengan adanya percepatan waktu tunggu tersebut, maka akan ada peningkatan animo masyarakat untuk menggunakan layanan transportasi umum,” ujar Cahyo, Senin.20 april 2026
Ia menilai, bertambahnya jumlah armada transportasi umum di Surabaya saat ini belum sepenuhnya diikuti peningkatan kualitas pelayanan di lapangan. Salah satu keluhan utama warga adalah lamanya waktu tunggu meski minat masyarakat terus meningkat.
“Transportasi umum jumlahnya banyak, tapi waktu tunggu di halte masih lama karena animo masyarakat meningkat,” katanya.
Cahyo menyebut tingginya minat warga terhadap transportasi publik merupakan sinyal positif yang harus direspons melalui kebijakan adaptif dan terukur. Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya dinilai perlu menambah armada maupun rute baru agar pelayanan semakin cepat dan merata.
Selain itu, DPRD Surabaya juga menyoroti pentingnya konektivitas antarmoda transportasi. Menurutnya, integrasi layanan menuju terminal, stasiun, hingga bandara masih perlu diperkuat agar masyarakat semakin mudah berpindah moda transportasi.
“Masih ada pekerjaan rumah seperti optimalisasi rute, fasilitas, hingga koneksi ke terminal, stasiun, atau bandara yang belum maksimal,” ujarnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPRD juga mendorong penyediaan armada cadangan yang dapat dioperasikan saat jam sibuk, seperti jam berangkat dan pulang kerja, maupun ketika armada utama menjalani perawatan.
“Salah satu rekomendasi kami adalah menyediakan armada cadangan yang bisa beroperasi saat jam sibuk atau ketika armada utama sedang servis,” tegasnya.
Cahyo menambahkan, penguatan sektor transportasi umum bukan hanya berdampak pada kenyamanan mobilitas warga, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan.

