Armuji Pacu Kader PDIP Surabaya Rebut Kemenangan 2029, Ranting Diminta Buktikan Kerja Nyata

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Armuji menantang seluruh kader partainya memperkuat kerja politik di akar rumput demi merebut kemenangan pada Pemilu 2029. Ia menegaskan, target politik tidak cukup diwujudkan melalui slogan, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata dan keberpihakan terhadap persoalan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Armuji saat membuka Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan untuk Kecamatan Wiyung, Karangpilang, Lakarsantri, dan Dukuh Pakis, Senin (19/10/2026). Konsolidasi di Daerah Pemilihan (Dapil) 5 itu sekaligus menandai tuntasnya rangkaian Musran yang digelar DPC PDIP Surabaya sepanjang 2026.

Armuji yang juga menjabat Wakil Wali Kota Surabaya meminta pengurus ranting tidak sekadar bersemangat ketika pembentukan kepengurusan. Mereka harus konsisten turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, serta memahami persoalan warga di wilayah masing-masing.

“Jangan mudah lelah! Jangan mudah bosan! Jaga kestabilan energi kalian untuk bisa turun ke bawah, mengorganisir masyarakat,” tegas Armuji.

Menurut dia, pengurus ranting merupakan ujung tombak partai di tingkat kelurahan. Kedekatan dengan masyarakat, kekompakan organisasi, dan kemampuan merespons persoalan warga menjadi modal penting untuk memperkuat dukungan politik.

Soroti Perolehan Suara Dapil 5

Dalam arahannya, Armuji secara khusus menyoroti hasil Pemilu sebelumnya di wilayah Dapil 5. Ia menyebut Lakarsantri dan Sambikerep sebagai dua wilayah yang berhasil dimenangkan PDIP, sedangkan wilayah lainnya masih membutuhkan evaluasi dan penguatan kerja politik.

“Yang lainnya bukannya kalah, tapi suaranya kurang,” ujarnya.

Armuji meminta kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh struktur partai untuk menghadapi Pemilu 2029. Menurut dia, kesiapan menang harus tercermin dari aktivitas kader dalam mendengarkan keluhan, memahami kebutuhan, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat sesuai kewenangannya.

“Kalau sanggup, jangan cuma slogan itu pada malam hari ini. Tunjukkan kinerja kalian pada saat kalian turun ke bawah,” tandasnya.

Ia juga meminta pengurus ranting memperkuat koordinasi dengan pengurus anak cabang (PAC) serta membangun struktur anak ranting hingga tingkat rukun warga (RW).

Apabila terdapat persoalan yang tidak bisa diselesaikan secara langsung, kader diminta meneruskan aspirasi tersebut kepada perwakilan partai di DPRD maupun jajaran eksekutif agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Persiapan Saksi Pemilu Tak Boleh Dadakan

Selain memperkuat kerja di tengah masyarakat, Armuji mengingatkan pentingnya menyiapkan saksi Pemilu 2029 sejak dini. Ia tidak ingin persiapan personel baru dilakukan menjelang hari pemungutan suara.

“Harus dipersiapkan mulai sekarang, jangan dadakan,” katanya.

Ia berharap struktur partai di tingkat kelurahan mulai mendata, mengorganisasi, dan menyiapkan kader yang nantinya dapat dilatih menjadi saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Persiapan tersebut dinilai penting agar seluruh perangkat partai memiliki kesiapan organisasi yang matang saat memasuki tahapan pemilu.

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Yordan M. Bataragoa menegaskan bahwa perjuangan politik harus selalu berorientasi pada kepentingan rakyat. Menurut dia, kemenangan pemilu bukan sekadar pencapaian elektoral, melainkan sarana untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Sesungguhnya hakikat kita berpartai, hakikat kita berjuang, adalah untuk memenangkan hati rakyat, memakmurkan rakyat, menyejahterakan rakyat,” ujar Yordan.

Ia meminta pengurus ranting yang nantinya dilantik segera bergerak dan tidak hanya menunggu instruksi dari struktur partai di atasnya. Kader didorong mengambil inisiatif untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah setempat.

Jika persoalan membutuhkan penanganan di tingkat kota, aspirasi warga dapat disampaikan secara berjenjang melalui PAC dan DPC hingga kepada kepala daerah.

Yordan juga mengingatkan bahwa tantangan politik ke depan semakin kompleks. Karena itu, kader harus memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, serta berbagai elemen warga.

Tuntasnya konsolidasi Musran di Dapil 5 menjadi bagian dari persiapan PDIP Surabaya menghadapi Pemilu 2029. Namun, penguatan struktur organisasi tersebut dituntut berjalan beriringan dengan kerja nyata agar kehadiran partai benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagi PDIP Surabaya, tantangan menuju 2029 bukan hanya memperkuat mesin partai, tetapi juga membangun kepercayaan warga melalui konsistensi kader dalam memperjuangkan aspirasi di tingkat paling bawah.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *