TULUNGAGUNG – Yayasan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen (YALPK) bersama Kantor Hukum Gedung Graha (KHGG) menggelar penyuluhan hukum bertajuk “Bahaya Pinjol, Rentenir, dan Bank Plecit: Berkah atau Musibah?”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Senin (11/8/2026). Penyuluhan digelar sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami risiko dan dampak praktik pinjaman ilegal yang marak terjadi di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai dasar hukum, cara kerja pinjaman ilegal, hingga langkah-langkah hukum yang dapat ditempuh apabila menjadi korban.
Kegiatan dihadiri perwakilan YALPK dan KHGG, Kepala Desa Sambirobyong, Kapolsek Sumbergempol, KBO Polres Tulungagung, serta warga setempat.
Ketua Umum YALPK, Haji Etar, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman yang menjanjikan proses cepat dan tanpa jaminan.
“Jangan mudah tergiur pinjaman instan tanpa jaminan. Pastikan legalitasnya dan pahami risikonya. Ingat, pinjaman ilegal bukan solusi, tapi bisa menjadi musibah,” tegasnya.
Menurutnya, literasi hukum dan pemahaman masyarakat menjadi penting agar warga tidak terjebak dalam praktik pinjaman ilegal yang berpotensi menimbulkan persoalan ekonomi maupun hukum.
Selain memberikan edukasi mengenai pinjaman online ilegal, rentenir dan bank plecit, kegiatan tersebut juga mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan.
YALPK dan KHGG juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, serta aparat penegak hukum dalam memberikan perlindungan kepada konsumen.
Melalui penyuluhan ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali praktik pinjaman ilegal sejak awal, memahami hak-haknya sebagai konsumen, serta mengetahui jalur hukum yang dapat ditempuh apabila menghadapi persoalan dengan penyedia pinjaman.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya preventif agar masyarakat tidak menjadikan pinjaman ilegal sebagai jalan keluar persoalan keuangan, yang justru berpotensi membawa masalah baru di kemudian hari.

