Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Keluarga besar almarhum Mbah Roekoen Rekso Mulyo akan menggelar Umbul Dungo yang dirangkai dengan Tabuhan Gayeng Gayengan Sasi Suro pada Rabu (15/7/2026) mulai pukul 15.30 WIB di kawasan Simo Kalangan, Surabaya. Kegiatan ini merupakan doa bersama yang dipersembahkan untuk almarhum, sekaligus menjadi ajang silaturahmi keluarga besar.
Berbeda dengan anggapan sebagai pertunjukan budaya semata, rangkaian Tabuhan Gayeng Gayengan Sasi Suro memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarga. Tabuhan tersebut dihadirkan sebagai tenger atau pengingat atas kecintaan almarhum Mbah Roekoen Rekso Mulyo terhadap musik tayuban semasa hidupnya.
Saat dikonfirmasi pada Selasa (14/7/2026), salah satu cucu almarhum, Agus Mulyo, S.H., mengatakan bahwa inti dari kegiatan tersebut adalah Umbul Dungo, yakni memanjatkan doa bersama untuk almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semasa hidup, Mbah Roekoen sangat menyukai musik tayuban. Karena itu, keluarga menghadirkan Tabuhan Gayeng Gayengan Sasi Suro sebagai tenger atau pengingat akan kecintaan beliau terhadap seni tayuban. Namun yang paling utama adalah Umbul Dungo, yaitu doa yang kami persembahkan untuk almarhum,” ujar Agus.
Menurut Agus, keluarga berharap doa-doa yang dipanjatkan dapat menjadi amal yang mengalir bagi almarhum, serta memohon agar Allah SWT mengampuni segala khilafnya, menerima seluruh amal ibadahnya, dan menempatkannya di tempat yang mulia.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi wujud bakti keluarga dalam mengenang sosok Mbah Roekoen Rekso Mulyo yang semasa hidup dikenal dekat dengan keluarga dan memiliki kecintaan terhadap kesenian tradisional Jawa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengenang beliau dengan cara yang beliau sukai semasa hidup. Tabuhan tayuban menjadi simbol kenangan, sedangkan Umbul Dungo menjadi doa yang kami panjatkan bersama. Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kerukunan serta keberkahan,” tuturnya.
Keluarga besar Mbah Roekoen Rekso Mulyo pun mengundang sanak saudara, sahabat, dan masyarakat yang berkenan hadir untuk mengikuti rangkaian Umbul Dungo dan Tabuhan Gayeng Gayengan Sasi Suro sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum serta mempererat tali silaturahmi.

