MERAUKE ,(Kabarjawatimur.com)- Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke kembali menorehkan kinerja operasional yang impresif pada Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total arus peti kemas yang dilayani menembus angka 27.523 TEUs, melonjak 11,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 24.698 TEUs.
Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik di wilayah Papua Selatan.
Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menjelaskan bahwa capaian
positif ini tidak lepas dari bergeraknya roda ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang
masif di wilayah timur Indonesia.
“Lonjakan arus barang ini juga didorong oleh tingginya permintaan bahan material untuk
mendukung berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini masih berlangsung,
khususnya di kawasan Papua Selatan,” ungkap Rasul.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pencapaian di paruh pertama 2026 ini merupakan buah dari komitmen perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional secara konsisten.
“Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas logistik di Merauke terus berkembang pesat.
Kami memandang capaian ini merupakan indikator bahwa kepercayaan pengguna jasa
terhadap pelayanan kami terus terjaga.
Ke depan, kami akan terus melakukan optimalisasi
operasional dan pemanfaatan peralatan secara maksimal guna menjamin kelancaran kinerja
operasional,” tegasnya.
Akselerasi Waktu Singgah Kapal (Port Stay Time)
Di tengah tren pertumbuhan volume layanan, TPK Merauke terus berupaya memastikan kualitas pelayanan tidak menurun. Optimalisasi operasional dan fasilitas, serta pembaruan alat bongkar muat terbukti memberikan dampak positif secara langsung bagi pengguna jasa, terutama dalam hal kecepatan dan efisiensi waktu.
Dampak positif ini diakui secara langsung oleh pelaku industri pelayaran. Kepala Operasi PT
Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Merauke, Tony Bijaksono, menuturkan bahwa
penambahan peralatan operasional dari Pelindo sangat krusial dalam mengurai kepadatan
layanan.
“Pada Semester I Tahun 2026, kami memang melihat adanya lonjakan muatan yang berdampak pada semakin padatnya aktivitas lapangan dan antrian kapal. Namun, kehadiran peralatan operasional baru dari Pelindo sangat membantu kelancaran di area depo maupun saat bongkar muat.
Dampaknya sangat terasa, port stay time (waktu singgah kapal) yang sebelumnya berkisar 55 jam kini berhasil ditekan menjadi sekitar 47 jam. Proses pelayanan kini menjadi jauh lebih cepat, aman, dan efisien,” papar Tony.
Sinergi yang kuat antara TPK Merauke, perusahaan pelayaran, dan seluruh pemangku
kepentingan menjadi kunci utama terjaganya ekosistem logistik di Merauke. Ke depan, PT Pelindo Terminal Petikemas akan terus memperkuat kualitas layanan melalui peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), modernisasi infrastruktur, dan kolaborasi erat dengan pengguna jasa.
Melalui langkah-langkah strategis tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas optimistis dapat
mempertahankan tren kinerja positif sekaligus mengeskalasi pertumbuhan ekonomi di
wilayah Papua Selatan.(*)

