BANGKALAN (Kabarjawatimur.com) – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan budidaya melon berbasis inovasi.
Tidak hanya berhasil memanen ribuan tanaman melon, kampus negeri di Pulau Madura itu kini mulai menyiapkan varietas unggul hasil riset sendiri yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Bangkalan.
Rektor UTM, Prof. Safi’ mengungkapkan bahwa panen melon tahun ini merupakan yang kedua kalinya. Jika pada panen perdana hanya menggunakan satu varietas, kali ini UTM membudidayakan tiga varietas melon.
Meski demikian, ketiga varietas tersebut masih merupakan benih yang belum dikembangkan sendiri oleh kampus.
“Target kami ke depan bukan hanya berhasil membudidayakan melon, tetapi juga mampu melahirkan varietas unggul hasil penelitian UTM sendiri,” ujar Safi’.
Menurutnya, inovasi utama yang diterapkan saat ini bukan terletak pada varietas, melainkan pada sistem irigasi otomatis yang mampu meningkatkan efisiensi tenaga kerja.
Dengan sekitar 4.200 pohon melon, proses penyiraman cukup dikendalikan oleh satu hingga dua orang dan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit setiap pagi.
Rektor berharap tim peneliti UTM mulai melakukan persilangan dari tiga varietas yang ada sehingga mampu menghasilkan benih baru yang lebih unggul, baik dari sisi kualitas maupun produktivitas.
Saat ini, lanjut Safi’, tim peneliti UTM juga tengah mengembangkan varietas hasil persilangan sendiri yang diberi nama Varietas Giri. Sebanyak 4.100 pohon telah ditanam sebagai demplot percontohan dan diperkirakan siap dipanen dalam waktu sekitar 20 hari.
“Harapan kami akan lahir varietas-varietas baru yang lebih berkualitas dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Dinas Pertanian, Yonif 837, serta Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang siap bersinergi mengembangkan pemanfaatan lahan kosong menjadi kawasan pertanian produktif.
Menurut Safi’, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas budidaya tanaman pangan maupun hortikultura sehingga semakin banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan secara produktif.
UTM sendiri telah memiliki sejumlah desa binaan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebagai bagian dari pendampingan kepada masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyambut positif inovasi yang dikembangkan UTM.
Menurutnya, pengembangan melon dan komoditas hortikultura lainnya menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah, tidak hanya bergantung pada produksi padi.
“Kemandirian pangan tidak cukup hanya beras, tetapi juga harus didukung makanan pendamping seperti buah-buahan dan komoditas hortikultura lainnya,” ujar Lukman.
Ia menilai UTM telah memberikan edukasi sekaligus contoh nyata kepada masyarakat mengenai budidaya melon yang berpotensi dikembangkan secara luas di Kabupaten Bangkalan.
Selain sektor pertanian, Pemkab Bangkalan juga akan memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan sektor perikanan. Tahun ini pemerintah daerah akan mengembangkan program kampung nelayan guna memaksimalkan potensi hasil laut sebagai sumber pangan masyarakat.
Lukman juga berencana mengoptimalkan lahan-lahan kosong di sekitar kawasan UTM melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, UTM sebagai penyedia inovasi teknologi, serta Yonif 837 sebagai mitra pendukung di lapangan.
“Kami ingin tidak ada lagi lahan yang menganggur. Dengan inovasi dari UTM, dukungan pemerintah, dan kolaborasi berbagai pihak, lahan-lahan kosong bisa diubah menjadi kawasan produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.

