E-sports Surabaya Bidik Sapu Bersih Emas Porprov Jatim, Siap Dukung Target 250 Medali Emas

SURABAYA ( Kabarjawatimur) – Cabang olahraga (cabor) E-sports Kota Surabaya memasang target ambisius pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang. Berstatus sebagai tuan rumah, E-sports Surabaya menargetkan mampu menyapu bersih seluruh nomor pertandingan sekaligus memberikan kontribusi maksimal terhadap target 250 medali emas yang dicanangkan Pemerintah Kota Surabaya.

Ketua E-sports Surabaya yang juga Anggota DPRD Kota Surabaya Komisi C Fraksi Golkar, Achmad Nurdjayanto, S.Pd., mengatakan pembinaan atlet terus dilakukan secara berkesinambungan melalui program yang terstruktur. Berbagai turnamen rutin digelar sebagai ajang meningkatkan kemampuan atlet sekaligus menyeleksi pemain terbaik yang akan memperkuat Surabaya di Porprov.

“Persiapan terus berjalan. Kami merasa memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan medali emas demi mendukung target 250 emas yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Surabaya. Harapan kami tentu bisa menyapu bersih seluruh nomor pertandingan E-sports yang dipertandingkan,” ujarnya.

Menurut Achmad, turnamen yang selama ini diselenggarakan bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan penjaringan atlet potensial. Sejumlah agenda tahunan seperti Piala Wali Kota hingga keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan nasional, termasuk Piala Kapolri Cup, menjadi bagian dari proses pembinaan atlet.

“Setiap tahun kami rutin menggelar Piala Wali Kota dan mengikuti berbagai kejuaraan lain. Semua itu menjadi ajang pemanasan sekaligus evaluasi untuk menentukan atlet terbaik yang akan diturunkan di Porprov,” jelasnya.

Pengalaman pada Porprov sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting. Saat itu, E-sports Surabaya hanya mampu meraih satu medali emas. Hasil tersebut kini menjadi motivasi untuk meningkatkan prestasi, terlebih Surabaya mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah.

“Pada Porprov sebelumnya kami hanya memperoleh satu medali emas. Kali ini kami ingin meningkatkan capaian tersebut secara signifikan dan memberikan hasil terbaik bagi Surabaya,” katanya.

Achmad menuturkan, pihaknya masih menunggu kepastian jumlah nomor pertandingan yang akan diperlombakan. Setelah keputusan resmi diterbitkan, E-sports Surabaya akan segera membentuk training center (TC) sebagai pusat pemusatan latihan atlet.

“Begitu nomor pertandingan sudah ditetapkan, kami langsung membentuk training center agar para atlet menjalani latihan secara intensif, terukur, dan terprogram,” ungkapnya.

Selain mengasah kemampuan teknis bermain, pembinaan juga difokuskan pada peningkatan kondisi fisik atlet. Menurutnya, perkembangan E-sports sebagai cabang olahraga profesional menuntut atlet memiliki kebugaran yang baik agar mampu menjaga konsentrasi dan performa selama pertandingan.

“Bukan hanya teknik bermain yang kami siapkan, tetapi juga kondisi fisik atlet. Sekarang E-sports sudah menjadi olahraga profesional sehingga kesiapan fisik sangat menentukan performa saat bertanding,” tegasnya.

Untuk menjaga regenerasi, E-sports Surabaya juga mulai memberi ruang bagi atlet-atlet muda bersaing dengan pemain senior melalui proses seleksi yang objektif selama pemusatan latihan.

Achmad memperkirakan komposisi tim ideal nantinya sekitar 60 persen atlet senior dan 40 persen atlet muda. Namun komposisi tersebut masih bersifat fleksibel dan akan disesuaikan dengan hasil evaluasi selama TC berlangsung.

“Kami berharap komposisinya 60 persen senior dan 40 persen junior. Namun jika atlet muda belum sepenuhnya siap, bisa saja menjadi 70 persen senior dan 30 persen junior. Semua ditentukan berdasarkan kualitas dan kesiapan atlet,” paparnya.

Menghadapi Porprov, Surabaya tetap mewaspadai seluruh daerah peserta. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, Kota Malang dan Kabupaten Sidoarjo diperkirakan kembali menjadi pesaing utama dalam perebutan medali. Meski demikian, Achmad menegaskan tidak ada daerah yang boleh dianggap remeh karena perkembangan E-sports kini semakin merata di berbagai wilayah Jawa Timur.

“Malang dan Sidoarjo tentu menjadi lawan yang harus diperhitungkan. Namun kami tidak boleh meremehkan daerah lain karena E-sports bisa berkembang di mana saja. Semua peserta kami anggap memiliki peluang yang sama dan pasti datang dengan persiapan terbaik,” pungkasnya.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, seleksi atlet yang kompetitif, rencana pembentukan training center, serta perhatian terhadap kesiapan teknis dan fisik atlet, E-sports Surabaya optimistis mampu meningkatkan prestasi pada Porprov Jawa Timur mendatang. Raihan medali emas diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi target 250 medali emas kontingen Kota Surabaya sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu kekuatan utama E-sports di Jawa Timur.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *