Ancaman Kekeringan Ekstrem, Legislator Desak Pemkab Bangkalan Perkuat Mitigasi Kekeringan

BANGKALAN (Kabarjawatimur.com) – Ancaman musim kemarau yang dipicu fenomena El Nino mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Bangkalan.

Anggota Komisi I DPRD Bangkalan dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Nur Hakim, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan segera memperkuat langkah mitigasi agar krisis air bersih tidak kembali melanda sejumlah wilayah rawan.

Nur Hakim menilai pemerintah tidak boleh menunggu hingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Menurutnya, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini, terutama di wilayah Kecamatan Kwanyar dan Labang yang merupakan bagian dari Dapil VI dan masuk dalam kategori rawan kekeringan.

“Berdasarkan hasil mitigasi, Kwanyar dan Labang yang merupakan bagian dari Dapil VI termasuk daerah yang rawan kekeringan. Pemerintah harus bergerak sekarang, jangan menunggu masyarakat kesulitan air bersih,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, hasil pemetaan pemerintah menunjukkan sedikitnya enam kecamatan diperkirakan berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau, yakni Labang, Kwanyar, Tanah Merah, Sepuluh, Konang, dan Kokop.

Karena itu, Nur Hakim meminta seluruh camat di wilayah tersebut segera menjalin koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta PDAM agar distribusi air bersih dapat dilakukan secara cepat ketika kondisi darurat terjadi.

Selain penanganan jangka pendek, legislator tersebut menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penampungan air sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, pembangunan embung, tandon air, sumur resapan hingga pengeboran sumber air bersih di desa-desa potensial harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

Ia juga mengajak masyarakat mulai membiasakan penghematan penggunaan air serta menyiapkan cadangan air selama musim kemarau untuk mengurangi risiko krisis air bersih.

Lebih lanjut, Nur Hakim menilai keberhasilan distribusi air bersih dari Kecamatan Galis ke wilayah Konang dapat dijadikan model pengembangan jaringan air antarkecamatan. Dengan skema tersebut, daerah yang memiliki sumber air melimpah dapat membantu memasok wilayah yang mengalami kekeringan.

“APBD Bangkalan saya kira mampu mendukung program ini secara bertahap. Yang dibutuhkan sekarang adalah komitmen pemerintah agar mitigasi dilakukan sejak dini,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada krisis air bersih, Nur Hakim juga mengingatkan Pemkab Bangkalan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap meningkat saat musim kemarau.

Menurutnya, mitigasi El Nino harus dilakukan secara menyeluruh agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *