Warga Gundih Curhat Soal BPJS hingga Anak Putus Sekolah Saat Reses Dr. Zuhrotul Mar’ah


Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Fraksi PAN, Dr. Zuhrotul Mar’ah menggelar kegiatan reses bersama warga RT 10 dan RT 2 RW 01 Gundih. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah aspirasi mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan hingga bantuan sosial.

Keluhan pertama yang disampaikan warga berkaitan dengan pelayanan di RSUD Soewandhie. Warga mengaku terdapat pasien yang dipulangkan setelah menjalani rawat inap selama tiga hari, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain itu, persoalan pendidikan juga menjadi perhatian. Warga mengungkapkan masih banyak anak putus sekolah dan berharap adanya bantuan program sekolah gratis agar anak-anak dapat melanjutkan pendidikan.

Masyarakat juga meminta agar pemerintah menghadirkan pasar murah guna membantu meringankan kebutuhan ekonomi warga di tengah kenaikan harga bahan pokok.

Dalam forum tersebut, warga turut menyoroti program Pemuda Tangguh. Mereka berharap program itu tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat dengan kategori desil 1 sampai 5, tetapi juga dapat menjangkau warga lain yang membutuhkan pemberdayaan.
Aspirasi lain yang mengemuka yakni terkait beasiswa pondok pesantren. Warga meminta perhatian lebih terhadap bantuan pendidikan santri serta penjelasan mengenai jalur-jalur beasiswa yang dapat diakses.

Sementara itu, persoalan BPJS Kesehatan yang tidak aktif juga menjadi keluhan utama masyarakat. Banyak warga berharap adanya solusi dan pendampingan agar kepesertaan BPJS kembali aktif sehingga pelayanan kesehatan dapat diakses dengan baik.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Dr. Zuhrotul Mar’ah mengatakan seluruh aspirasi warga akan menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan dinas terkait di Pemerintah Kota Surabaya.

“Saya melihat persoalan yang disampaikan warga ini memang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, mulai kesehatan, pendidikan hingga bantuan sosial. Karena itu semuanya akan kami kawal agar ada solusi nyata,” ujarnya.

Terkait keluhan BPJS yang tidak aktif, Zuhrotul Mar’ah meminta warga segera melaporkan data kepesertaan agar bisa dibantu proses pengecekan dan pengaktifannya.
“Masalah BPJS ini cukup banyak dikeluhkan warga. Nanti kami bantu komunikasikan dengan pihak terkait supaya masyarakat tetap bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan,” katanya.

Ia juga menyoroti banyaknya anak putus sekolah yang disampaikan warga Gundih. Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas dan jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan belajar karena persoalan ekonomi.

“Kami akan dorong agar anak-anak yang putus sekolah bisa mendapatkan akses pendidikan kembali, termasuk melalui program sekolah gratis maupun bantuan pendidikan lainnya,” tegasnya.

Selain itu, ia berharap program-program pemberdayaan seperti Pemuda Tangguh dan beasiswa pondok pesantren dapat diperluas sehingga manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.

“Harapan kami, program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan warga dan tidak terbatas hanya pada kelompok tertentu saja,” pungkasnya.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *