BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Pembangunan jembatan di Desa Bogangin, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan di mata masyarakat, meski luput dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi D DPRD Bojonegoro.
Selain proses pengerjaan yang belum tuntas sesuai jadwal, hal lain yang disayangkan adalah ditemukannya indikasi ketidaksesuaian spesifikasi teknis. Kondisi ini makin menguat seiring dengan pengakuan yang disampaikan langsung oleh Ketua Tim Pelaksana di lokasi pada Rabu (4/4/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, titik kejanggalan terletak pada besi penopang handrail stainless steel, yakni baut angkur yang terpasang besi 8, sehingga dinilai tidak seimbang dan berpotensi rawan patah.
“Ini sebetulnya besi sepuluh, yang kerja tak kasih tau untuk memperbesar soalnya digunakan menahan besi plat sebesar itu,” terang seseorang yang mengaku Ketua Timlak dalam sidak.
Tak hanya itu, pemasangan besi begel parapet juga menjadi sorotan karena jarak pemasangan yang dinilai terlalu lebar atau tidak sesuai RAB.
“Besinya sudah sesuai tapi memang jaraknya kurang rapat, nanti kami tambahi, soalnya yang di sana sudah kami tambahi,” ungkapnya.
Asumsi publik pun kian melebar, banyak kalangan menilai hal tersebut merupakan dugaan kesengajaan untuk mengurangi volume pekerjaan, yang tentunya akan berdampak pada kualitas bangunan nantinya.
Diketahui, proyek jembatan desa Bogangin ini bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025 dengan anggaran sekitar Rp2,8 miliar, sedangkan progresnya saat ini baru mencapai 80 persen.
Reporter : Pradah Tri W

