SURABAYA ( Kabarjawatimur.com) – Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 bersama Dinas Perhubungan Kota Surabaya diwarnai sorotan tajam dari anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ dari Fraksi PSI, William Wirakusuma. Ia menilai pelayanan transportasi umum di Surabaya masih perlu banyak pembenahan, terutama pada armada Surabaya Bus.
William mengungkapkan, saat melakukan peninjauan lapangan, dirinya menemukan sejumlah persoalan pada armada Surabaya Bus. Mulai dari pendingin ruangan (AC) yang tidak berfungsi optimal sehingga terasa panas, petunjuk informasi yang rusak, hingga perangkat on board computer yang hilang dari beberapa unit bus.
“Transportasi umum adalah wajah pelayanan kota. Kalau kondisi bus seperti ini, tentu akan berdampak pada kenyamanan masyarakat pengguna jasa transportasi,” ujar William.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi di Terminal Kedung Cowek. Menurutnya, terdapat sekitar 10 unit bus yang mangkrak dan tidak beroperasi. Ia mempertanyakan kejelasan status armada tersebut, apakah akan diperbaiki kembali atau justru dikanibal untuk kebutuhan suku cadang bus lain.
“Saat kami tinjau, ada sekitar 10 bus mangkrak di Terminal Kedung Cowek. Ini harus jelas, mau diapakan armada tersebut. Jangan sampai aset daerah terbengkalai tanpa kepastian,” tegasnya.
William juga menilai aspek perawatan dan pemeliharaan armada masih sangat minim. Karena itu, ia meminta Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Trio Eko, untuk memberi perhatian serius terhadap sistem maintenance seluruh armada transportasi umum.
“Maintenance masih minim sekali. Kami minta ini menjadi perhatian Pak Trio selaku Kadishub agar pelayanan transportasi umum di Surabaya semakin baik dan layak dinikmati masyarakat,” pungkasnya.

