BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Komisi D DPRD Bojonegoro menggelar kegiatan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa titik pekerjaan proyek Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Komisi D Imam Solikin tersebut, melibatkan anggota komisi serta perwakilan dari Dinas PU Bina Marga, Inspektorat dan Dinas PMD Kabupaten Bojonegoro.
Sedangkan sidak kali ini menyasar lima titik lokasi secara random di empat kecamatan diantaranya Kecamatan Sumberrejo, Kedungadem, Sugihwaras dan Balen.
Wakil Ketua Komisi D, Sukur Priyanto di sela kegiatan menyampaikan, bahwa sidak ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang dilakukan bersama seluruh komponen pemerintahan, guna memastikan pemanfaatan BKKD hingga dampak yang dirasakan masyarakat.
“Memang sengaja kita lakukan agak ke belakang agar desa betul – betul bisa menyelesaikan rencana atau pembangunan BKKD nya sesuai perencanaan yang dilakukan,” ujarnya kepada wartawan.
Lebih lanjut, saat ditanyakan hasil sidak pada hari ini, Sukur menegaskan tidak terdapat temuan yang mencolok dan semua masih dalam batas toleransi.
“Pemerintah desa itu memiliki keterbatasan sumber daya dan pengalaman, apalagi belum terbiasa melakukan kegiatan-kegiatan fisik. Sepanjang yang kita lihat hari ini ada yang bagus ada yang kurang bagus, tetapi semua masih dalam batasan toleransi,” terangnya.
Sementara itu, Kabid Jembatan PU Bina Marga Bojonegoro, Edi yang turut serta dalam sidak menyampaikan, bahwa persoalan utama dalam pelaksanaan BKKD khususnya jembatan adalah faktor alam, sehingga membuat waktu pelaksanaan agak terlambat.
“Kami hanya sebatas monitoring. Ada beberapa yang agak terlambat itu kami lihat karena faktor alam, karena kondisi sungai yang sering banjir sehingga tidak bisa dikerjakan. Doa kita semoga cuaca membaik dan segera bisa dimulai kembali atau diselesaikan,” ungkapnya.
Reporter : Pradah Tri W

