BOJONEGORO, (Kabarjawatimur.com) – Bertempat di Ruang Mliwis Putih, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro mengadakan pertemuan resmi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Senin (06/04/2026).
Delegasi Bawaslu yang dipimpin oleh Ketua, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., didampingi oleh para koordinator divisi terkait serta Kepala Sekretariat dan staf humas tersebut, diterima langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.
Dalam kesempatan tersebut, Handoko menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kerja sama serta menyampaikan apresiasi atas dukungan fasilitas yang telah diberikan.
“Tujuan kami yang pertama tentu silaturahmi dengan Bapak Bupati. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih atas perpanjangan penggunaan gedung kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro yang telah diberikan sejak Oktober 2025 hingga 2029,” ujar Handoko.
Lebih lanjut, Handoko menyampaikan rencana strategis pihaknya untuk memperkuat pemahaman demokrasi di tingkat akar rumput, terutama menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Meskipun Bawaslu tidak memiliki kewenangan utama dalam pengawasan Pilkades, pihaknya menyatakan kesiapan untuk berkontribusi melalui kerja sama lintas instansi.
“Kedepan, kami ingin menggencarkan literasi demokrasi, khususnya menjelang pelaksanaan pilkades. Kami siap berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Walaupun secara kewenangan tidak langsung, kami siap join dalam upaya penguatan pengawasan,” lanjutnya.
Handoko juga menyampaikan pesan dari Pimpinan Bawaslu RI terkait pentingnya konsolidasi demokrasi yang harus selaras dengan kebijakan di tingkat daerah.
“Ada pesan dari Pak Totok di Bawaslu RI, bahwa konsolidasi demokrasi harus terus diperkuat dan diselaraskan dengan arah kebijakan daerah. Ini menjadi perhatian bersama,” imbuhnya.
Menambahkan hal tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya pemilih pemula di Bojonegoro.
“Kami sudah menjalin kerja sama dan MoU dengan Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro dan Kementerian Agama Bojonegoro. Sosialisasi partisipatif terus kami lakukan, baik di sekolah, pondok pesantren, maupun madrasah aliyah. Ini bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini,” jelas Muchid.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, S.E., dengan respons cepat menyatakan dukungannya.
“Pasti kami fasilitasi. Bawaslu adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kualitas demokrasi. Apa yang bisa kita sinergikan, tentu akan kami dukung,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara Bawaslu dan pemerintah daerah.
“Nanti bisa dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pak Sekda. Apa saja kebutuhan Bawaslu, dan kegiatan apa yang bisa dikolaborasikan, khususnya dengan Bakesbangpol maupun Dinas PMD, silakan dikomunikasikan,” tambahnya.
Audiensi yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi antara Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menjadi pondasi kuat dalam mewujudkan demokrasi yang semakin berkualitas, partisipatif, dan berintegritas di Kabupaten Bojonegoro.
Reporter : Pradah Tri W

