Surabaya ( Kabarjawatimur.com) – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto mengajak masyarakat Kota Surabaya untuk menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran.
Ajakan tersebut disampaikan Achmad setelah dirinya menunaikan zakat maal melalui Baznas Kota Surabaya dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Surabaya, Sabtu (8/3/2026).
Menurut Achmad, penyaluran zakat melalui lembaga resmi sangat penting untuk memastikan bantuan dapat disalurkan secara sistematis kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Baznas adalah organisasi yang memiliki akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Karena itu masyarakat tidak perlu ragu untuk menyalurkan zakat melalui lembaga ini,” ujar Achmad, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa zakat tidak hanya memiliki nilai ibadah bagi umat Islam, tetapi juga berperan sebagai instrumen sosial dalam membantu mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat.
Dengan sistem pengelolaan yang baik, lanjutnya, zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Melalui Baznas, pengelolaan zakat menjadi lebih terorganisir sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Legislator yang membidangi infrastruktur dan pembangunan ini juga berharap semakin banyak masyarakat, termasuk kalangan profesional maupun pelaku usaha, yang menyalurkan zakat melalui Baznas.
Menurutnya, jika dikelola secara optimal, zakat tidak hanya mampu membantu kebutuhan jangka pendek masyarakat, tetapi juga dapat mendorong pemberdayaan ekonomi.
“Dengan sistem yang terkelola dengan baik dan akuntabel, zakat bisa menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Selama ini, Badan Amil Zakat Nasional menjalankan berbagai program penyaluran zakat, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan usaha bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui pengelolaan yang terintegrasi, zakat diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi masyarakat dari mustahik menjadi muzakki, yakni dari penerima zakat menjadi pemberi zakat.
Achmad pun berharap momentum Ramadan dapat memperkuat solidaritas sosial masyarakat Surabaya melalui penyaluran zakat yang dikelola secara transparan dan akuntabel.

