Kirab Budaya Meriahkan Hari Jadi Bangkalan ke-492

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com)- Bangkalan sebuah daerah yang berada di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur . Lokasinya terletak di ujung barat dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Sama seperti seluruh wilayah pada umumnya, Kabupaten Bangkalan juga memiliki asal usul nama dan sejarahnya tersendiri.

Kata Bangkalan berasal dari kata “bangkah” dan ”la’an” yang artinya “mati sudah”. Istilah ini diambil dari cerita legenda tewasnya pemberontak sakti Ke’ Lesap di Madura Barat.

Nama itu terus diperingati setiap tahun, tepat pada tanggal 24 Oktober, sebagai Hari Jadi atau hari lahirnya. Tahun ini, Bangkalan sudah berusia 492 tahun, angka yang tak lagi muda. Perayaan hari jadi kali ini berlangsung meriah, masyarakat menikmati beberapa pertunjukan sejarah dan tradisi di Bangkalan.

Delapan belas Kecamatan di kota dzikir dan sholawat bergantian menampilkan tradisi dan budaya di wilayah masing-masing. Kirab budaya bertema ‘ma settong ontong, tong settong potong’ (bersatu beruntung, satu-satu putus).

Pertunjukan kirab budaya mengundang perhatian masyarakat menyaksikan langsung dengan disajikan melalui pawai secara bergantian. Penampilan seni dan budaya itu dilepas langsung oleh Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie di depan pendopo Agung Bangkalan, Selasa 24 Oktober 2023.

Menurut Arief, kirab budaya memiliki peranan penting dalam memperingati hari jadi Bangkalan ke-492. Sebab akan menjadi tonggak serta napak tilas perjalanan Kabupaten Bangkalan dari tahun ke tahun, di dalamnya juga terkandung makna kebhinekaan.

Kirab budaya juga dapat menjadi media bagi generasi muda untuk mengenalkan kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Bangkakan. Pada era kemajuan teknologi saat ini, generasi muda harus mamou berdaptasi dan melestraikan budaya lokal.

“Saya yakin generasi muda Bangkalan adalah generasi milenial dan memilki karakter daerah, fondasi agama yang kuat dan cinta terhadap kearifan budaya Bangkalan,” ungkapnya.

Arief mengatakan, keanekaragaman ini juga merupakan warisan leluhur yang harus tetap di lestarikan, dan di ekspose sebagai jati diri sekaligus daya tarik pariwisata Bangkalan.

“Karena itu pada momentum Hari jadi Bangkan ini juga menjadi spirit bagi kita semua untuk saling bersinergi membangun Bangkalan yang lebih maju, sejahtera dan kondusif,” pungkasnya.

Reporter: Rusdi

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *