SURABAYA – Pasca penggerebekan kawasan Jalan Kunti oleh petugas gabungan Polda Jawa Timur, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Bahtiyar Rifai mendesak pengawasan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba diperketat.
Bahtiyar mengapresiasi langkah aparat dalam menindak aktivitas narkoba di kawasan tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa penggerebekan saja tidak cukup untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Diperlukan sinergi lintas instansi dan pengawasan berkelanjutan agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali menjadi tempat aktivitas narkoba.
Menurut Bahtiyar, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya perlu memperkuat koordinasi dengan Polri, TNI, serta seluruh unsur kewilayahan untuk memastikan upaya pemberantasan berjalan konsisten.
“Ini tidak bisa berdiri sendiri kepolisian saja karena juga terbatas. Makanya perlu sinergi antara pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Surabaya, bersama jajaran Polrestabes Surabaya dan jajaran TNI terkait dengan masalah narkoba,” kata Bahtiyar dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Politikus Partai Gerindra tersebut menegaskan, narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Karena itu, pemberantasan harus dilakukan secara konsisten tanpa memberikan ruang bagi peredaran maupun penyalahgunaannya.
“Saya sendiri sebagai warga Surabaya dan sebagai Wakil Ketua DPRD Surabaya sangat mendukung itu, karena narkoba ini nanti bisa merusak masa depan bangsa dan merusak moral anak cucu kita ke depan,” ujarnya.
Bahtiyar juga menyoroti Jalan Kunti yang berulang kali menjadi sasaran penggerebekan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar penindakan aparat tidak hanya memberikan dampak sesaat, tetapi juga mampu mencegah aktivitas serupa kembali muncul.
Ia mendorong keterlibatan pengurus RT/RW, lurah, camat, hingga aparat keamanan untuk memperkuat pengawasan lingkungan. Selain itu, laporan masyarakat harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti secara cepat oleh instansi terkait.
“Ini sudah bagus, tinggal nanti dikembangkan atas laporan-laporan masyarakat yang sudah ada. Tinggal nanti dipastikan bahwa di situ tidak ada lagi yang namanya sarang atau tempat untuk memakai narkoba,” tutur Bahtiyar.
Ia menambahkan, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari penggerebekan dan penangkapan. Konsistensi pengawasan, koordinasi lintas instansi, serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba kembali terjadi.
“Konsistensi pengawasan, koordinasi lintas instansi, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali menjadi pusat aktivitas narkoba,” pungkasnya.
Bahtiyar berharap sinergi Pemkot Surabaya, aparat penegak hukum, TNI, dan masyarakat terus diperkuat pascapenggerebekan Jalan Kunti. Dengan demikian, upaya pemberantasan narkoba dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan perlindungan bagi masyarakat, khususnya generasi muda Surabaya.

