Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Hadirkan ATM Emas Tabungan Emas Lebih Praktis

SURABAYA (Kabarjawatimur.com) – Nasabah Pegadaian kini memiliki alternatif yang lebih praktis untuk mengubah saldo Tabungan Emas menjadi emas fisik. PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya menghadirkan mesin ATM Emas yang memungkinkan pencetakan emas dilakukan secara mandiri tanpa harus mengantre melalui layanan konvensional di kantor cabang.

Kehadiran ATM Emas menjadi bagian dari upaya Pegadaian memperluas akses investasi emas sekaligus meningkatkan kemudahan layanan bagi masyarakat.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis bagi nasabah, khususnya mereka yang ingin mencetak saldo Tabungan Emas menjadi kepingan emas fisik.

“Intinya, ATM ini menambah kemudahan layanan Pegadaian. Nasabah yang ingin mencetak Tabungan Emas tidak perlu mengantre di cabang, tetapi cukup datang ke lokasi ATM Emas,” kata Zaenudin disela-sela peresmian, (15/10/26) Kamis.

Mesin ATM Emas tersebut ditempatkan di The Gade Coffee & Gold, Pegadaian CP Dinoyo, Jalan Dinoyo Nomor 81, Surabaya. Karena berada di lingkungan kantor Pegadaian, penggunaannya mengikuti jam operasional kantor setempat.

Untuk mencetak emas, nasabah terlebih dahulu mengikuti petunjuk melalui aplikasi digital Pegadaian. Setelah menyelesaikan tahapan sesuai prosedur, nasabah akan memperoleh kode OTP dan barcode yang digunakan untuk proses verifikasi pada mesin sebelum emas fisik dikeluarkan.

Zaenudin menjelaskan, ATM Emas saat ini menyediakan pilihan pencetakan kepingan mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memberikan keleluasaan bagi nasabah dalam mengakses emas fisik sesuai kebutuhan.

Meski demikian, ATM Emas belum menggantikan seluruh mekanisme pengambilan emas fisik di jaringan Pegadaian.

Nasabah di wilayah lain tetap dapat mengambil emas melalui outlet Pegadaian terdekat dengan mengikuti prosedur yang berlaku.

Menurut Ahmad, inovasi ini menjadi salah satu langkah perusahaan dalam menyesuaikan layanan investasi emas dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang menginginkan proses transaksi lebih mudah dan efisien.

Selain layanan pencetakan emas fisik, Pegadaian juga menyediakan Tabungan Emas yang memungkinkan masyarakat membeli dan menyimpan emas dalam bentuk saldo digital.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Damar Latri Setiawan, menyebut kehadiran ATM Emas sebagai salah satu langkah perusahaan untuk memperluas kemudahan akses layanan keuangan bagi masyarakat Indonesia.

“Hadirnya ATM Emas Pegadaian yang bertepatan dengan satu tahun perjalanan aplikasi Tring! merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan ekosistem bullion yang semakin inklusif, modern, dan tepercaya di Indonesia. Terobosan ini menegaskan posisi Pegadaian sebagai pionir Bullion Bank yang senantiasa berinovasi dengan menghadirkan kepraktisan, keamanan, dan transparansi demi mendukung visi besar untuk MengEMASkan Indonesia,” jelas Damar.

Dalam pengembangan layanan investasi emas, Pegadaian juga mengedepankan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Investasi emas, baik dalam bentuk fisik maupun digital, mengacu pada Fatwa DSN-MUI Nomor 166 tentang Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah.

Dari sisi keamanan, Pegadaian juga memperkuat pengelolaan aset emas melalui Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 untuk Layanan Kustodi (Custody Services). Sertifikasi yang diraih PT Pegadaian (Persero) tersebut mencakup penerapan standar mutu dalam proses penerimaan dan verifikasi, pengujian kemurnian emas, administrasi, penyimpanan di vault, hingga pengamanan fisik dan sistem.

Melalui kehadiran ATM Emas dan penguatan tata kelola penyimpanan emas, Pegadaian Kanwil XII Surabaya terus mendorong layanan investasi emas yang lebih mudah diakses, praktis, serta didukung sistem pengelolaan dan keamanan aset yang terstandar. (KJ9)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *