SURABAYA – Sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang hadir langsung di Pengadilan Negeri (PN) untuk menghadapi polemik ijazah mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Erick Komala.
Bagi Erick, kehadiran Jokowi dengan membawa dokumen pendidikan asli mulai dari ijazah SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi merupakan bukti keterbukaan sekaligus keberanian menghadapi tudingan yang selama ini terus bergulir di ruang publik.
Erick menilai, tidak semua tokoh bersedia menghadapi polemik secara langsung melalui jalur hukum. Karena itu, langkah Jokowi hadir di persidangan dan memperlihatkan dokumen pendidikannya di hadapan majelis hakim patut diapresiasi.
“Beliau hadir dengan membawa ijazah SD, SMP, SMA, dan S1-nya. Kita perlihatkan kepada publik. Dan di depan majelis hakim, ya, saya rasa polemik ini sudah harus diakhiri, selesai,” ujar Erick.
Legislator PSI dari Dapil Surabaya tersebut menyayangkan isu keaslian ijazah Jokowi terus dipersoalkan. Menurutnya, setelah dokumen pendidikan diperlihatkan dalam proses persidangan, masyarakat semestinya tidak terus diseret dalam perdebatan yang berkepanjangan.
Ia juga menilai dinamika politik kerap membuat suatu persoalan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membangun kegaduhan. Bahkan, Erick menduga ada kepentingan yang menginginkan situasi nasional tetap tidak kondusif.
“Ya kan biasa, dalam politik hal-hal yang seperti itu kan biasa. Artinya banyak pihak yang senang, banyak pihak yang bisa menunggangi atau pihak yang kepingin Indonesia tidak kondusif,” jelasnya.
Erick menegaskan, kehadiran Jokowi di persidangan merupakan bentuk keberanian untuk menghadapi persoalan secara terbuka. Ia berharap momentum tersebut menjadi titik akhir perdebatan yang selama ini menyita perhatian masyarakat.
Menurutnya, energi publik seharusnya diarahkan untuk membahas persoalan yang lebih substansial, terutama menyangkut kesejahteraan rakyat dan masa depan bangsa.
“Artinya dengan bukti persidangan hari ini, sudah menurut saya pribadi sudah clean and clear. Pak Jokowi juga sudah menunjukkan ijazah aslinya di hadapan publik dan di hadapan majelis hakim dan bahkan di hadapan pelapor. Harus move on ya supaya masyarakat sejahtera,” tegas Erick.
Ia kembali mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi banyak pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius. Jangan sampai perdebatan mengenai ijazah terus mendominasi ruang publik, sementara persoalan masyarakat yang lebih mendesak justru terabaikan.
“Betul, kita masih banyak permasalahan yang harus ditangani di negeri kita ini, jangan hanya berkutat dengan adanya masalah ijazah yang saya kira sudah seharusnya diakhiri,” pungkasnya.

